Dedi Mulyadi: Dalam Tiga Tahun, Sampah di Bandung dan Bogor Berubah Jadi Listrik
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, sepakat untuk mempercepat pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menyasar wilayah Bandung Raya serta kawasan Bogor-Depok.
Komitmen ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Gubernur Dedi Mulyadi dengan delapan bupati dan wali kota di Jawa Barat.
Prosesi tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, pada Selasa, dengan disaksikan langsung oleh Menteri LH.
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menindaklanjuti instruksi Presiden.
"Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas respons yang sangat cepat dari Pemprov Jabar dan seluruh kabupaten/kotanya atas arahan yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penanganan pengelolaan sampah menjadi energi yang terbarukan atau energi listrik atau kita sebutnya PSEL atau waste to energy," ujar Hanif.
Proyek strategis ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Aturan tersebut memandatkan pembangunan PSEL bagi daerah yang memiliki produksi sampah harian mencapai minimal 1.000 ton.
Untuk tahap ini, fokus utama pembangunan diarahkan pada wilayah aglomerasi Bandung Raya dan Bogor-Depok guna mengurai penumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa akselerasi PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang selama ini menguras anggaran daerah tanpa penyelesaian yang tuntas.
Dedi menjelaskan, untuk wilayah Bandung Raya, fasilitas PSEL akan ditempatkan di kawasan TPA Sarimukti. Sementara bagi wilayah Bogor dan Depok, pembangunan akan dipusatkan di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Terkait teknis pengelolaan ke depan, Dedi Mulyadi memaparkan pandangannya mengenai efisiensi birokrasi.
"Dengan dialokasikan untuk dua tempat di Bogor dan di Kabupaten Bandung Barat, maka nanti efektivitasnya fokus kabupaten/kota itu hanya pada dua menurut saya, yang pertama adalah petugas kebersihan penyapu, yang kedua transporter yang mengangkut, bahkan bisa pihak ketiga agar lebih efisien. Ini akan meringankan kita dalam kegiatan-kegiatan pengelolaan birokrasi sehingga lokasinya bisa digeser untuk kepentingan infrastruktur yang lainnya," ujar Dedi Mulyadi.
Load more