News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gempa Susulan Maluku Utara Mulai Mereda, BMKG: Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

BMKG ungkap tren gempa susulan di Maluku Utara mulai menurun. Meski demikian, gempa susulan masih terjadi dan warga diminta tetap waspada. 
Kamis, 9 April 2026 - 19:43 WIB
Ilustrasi gempa.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena gempa susulan pasca gempa utama magnitudo 7,6 di Maluku Utara masih terus menjadi perhatian. Meski jumlah gempa susulan menunjukkan tren menurun, aktivitas gempa susulan belum sepenuhnya berhenti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa rangkaian gempa susulan diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa minggu ke depan, meskipun intensitasnya perlahan melemah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ribuan Gempa Susulan Tercatat, Tren Mulai Menurun

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa hingga 9 April 2026, total gempa susulan yang tercatat mencapai 1.378 kejadian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data menunjukkan bahwa frekuensi gempa susulan mengalami penurunan yang cukup signifikan:

  • Hari pertama: 394 gempa susulan

  • Hari keenam: 91 gempa susulan

  • Hari ketujuh: 63 gempa susulan

Penurunan ini menjadi indikasi bahwa energi gempa utama mulai meluruh, meskipun gempa susulan masih terus terjadi.

Gempa Susulan Masih Fluktuatif

Meski tren gempa susulan menurun, BMKG mengingatkan bahwa karakter gempa susulan tetap fluktuatif.

Artinya, gempa susulan dengan getaran yang cukup terasa masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

“Selama masa peluruhan, gempa susulan bisa saja tiba-tiba terasa meski jumlahnya menurun,” jelas Nelly Florida Riama.

Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi gempa susulan yang masih aktif.

Gempa Susulan Diprediksi Berakhir 2–3 Minggu

BMKG memprediksi rangkaian gempa susulan akan berakhir dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama terjadi pada 2 April 2026.

Namun, selama periode tersebut, gempa susulan tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai, terutama di wilayah yang terdampak paling parah.

Pemantauan gempa susulan akan terus dilakukan hingga aktivitas seismik benar-benar stabil.

Dampak Lapangan: Guncangan Kuat dan Tsunami

Selain memantau gempa susulan, tim BMKG juga melakukan survei dampak di lapangan.

Hasilnya menunjukkan bahwa guncangan akibat gempa utama dan gempa susulan mencapai skala VII MMI di wilayah Pulau Batang Dua.

Tak hanya itu, jejak tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter juga ditemukan di beberapa wilayah seperti Bitung dan sekitarnya.

Temuan ini memperkuat bahwa peringatan dini tsunami saat kejadian berlangsung dinilai akurat.

Risiko Gempa Susulan: Longsor dan Bangunan Runtuh

Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi memicu risiko lanjutan.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai akibat gempa susulan antara lain:

  • Runtuhnya bangunan yang sudah retak

  • Longsor di wilayah perbukitan

  • Pergerakan tanah dan likuefaksi

Karena itu, masyarakat diminta menghindari bangunan rusak dan area rawan longsor selama gempa susulan masih berlangsung.

Edukasi dan Mitigasi Jadi Prioritas

BMKG juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait gempa susulan.

Selain melakukan pemantauan gempa susulan, BMKG aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami langkah mitigasi yang tepat.

Edukasi ini penting untuk mencegah kepanikan berlebihan akibat gempa susulan yang terus terjadi.

Waspada Gempa Susulan, Jangan Terpancing Hoaks

Di tengah situasi gempa susulan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Informasi resmi terkait gempa susulan hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi dan media sosial terverifikasi.

Dengan kondisi gempa susulan yang masih berlangsung, kewaspadaan menjadi kunci utama.

Gempa Susulan Masih Berlangsung, Warga Diminta Siaga

Meski tren gempa susulan menunjukkan penurunan, bukan berarti kondisi sudah sepenuhnya aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gempa susulan masih bisa terjadi hingga beberapa waktu ke depan dengan intensitas yang tidak menentu.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap siaga, mengikuti arahan resmi, dan memahami langkah evakuasi yang benar selama periode gempa susulan berlangsung. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?
Perkuat Transformasi Digital, Telkom Bagikan Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

Perkuat Transformasi Digital, Telkom Bagikan Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution memaparkan strategi penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam agenda Road to DTIIF 2026.
Kuasa Hukum 86 Korban Kasus Dugaan Penipuan Emas Sebut Kliennya Tertarik Berinvestasi Karena Hologram hingga Influencer Jadi BA-nya

Kuasa Hukum 86 Korban Kasus Dugaan Penipuan Emas Sebut Kliennya Tertarik Berinvestasi Karena Hologram hingga Influencer Jadi BA-nya

Pengacara korban mengatakan ada beberapa faktor yang membuat kliennya tertarik untuk berinvestasi emas di PT DGJ (inisial). Ternyata karena adanya sejumlah keunggulan yang ditawarkan antara lain adanya hologram, memiliki SNI, dan terdapat beberapa cabang.
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral