News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Uji Materi UU TNI Disorot, MK Diminta Tegas dan Independen di Tengah Gelombang Tekanan Publik

MK diminta tetap independen dalam uji materi UU TNI. FUII ingatkan bahaya generalisasi kasus oknum terhadap institusi negara.
Jumat, 10 April 2026 - 18:12 WIB
ilustrasi TNI
Sumber :
  • unsplash.com/Sushanta Rokka

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang desakan terhadap pengujian Undang-Undang TNI terus bergulir. Di tengah dinamika tersebut, Forum Ukhuwah Islamiyah Indonesia (FUII) menegaskan pentingnya independensi Mahkamah Konstitusi (MK) dalam memutus perkara judicial review.

Ketua FUII, Muhammad Risdiansyah, meminta agar MK tidak terpengaruh oleh tekanan publik maupun opini yang berkembang di ruang publik, terutama yang dipicu oleh kasus-kasus tertentu di tubuh militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, putusan MK harus tetap berpijak pada konstitusi, bukan pada tekanan massa atau sentimen emosional.

Aksi Unjuk Rasa Dinilai Bagian Demokrasi, Tapi Perlu Batas

Risdiansyah mengakui bahwa aksi unjuk rasa merupakan bagian sah dari sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh berkembang menjadi narasi yang menyudutkan institusi negara secara menyeluruh.

Ia menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang mengaitkan permintaan uji materi dengan kasus oknum di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurutnya, pendekatan tersebut berpotensi menimbulkan generalisasi yang tidak adil.

“Kesalahan oknum tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai keseluruhan institusi,” tegasnya.

Bahaya Generalisasi, Bisa Ganggu Stabilitas Negara

FUII menilai bahwa generalisasi terhadap institusi negara, khususnya TNI, bukan hanya tidak objektif, tetapi juga berisiko terhadap stabilitas nasional.

Risdiansyah menekankan bahwa setiap pelanggaran hukum harus ditangani secara tegas dan transparan, namun tetap dalam kerangka individual, bukan kolektif.

Ia mengingatkan bahwa narasi yang menyamaratakan kesalahan individu dengan institusi dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

“TNI memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Jangan sampai kepercayaan publik justru runtuh karena narasi yang tidak proporsional,” ujarnya.

Uji Materi Harus Berbasis Kajian Hukum, Bukan Tekanan

Dalam konteks judicial review, FUII menegaskan bahwa setiap warga negara memang memiliki hak konstitusional untuk mengajukan uji materi undang-undang.

Namun demikian, Risdiansyah menekankan bahwa proses tersebut harus dilandasi oleh argumentasi hukum yang kuat dan rasional, bukan sekadar dorongan emosi atau tekanan politik.

Ia mengingatkan bahwa judicial review merupakan mekanisme hukum yang serius, sehingga tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan sesaat.

“Uji materi harus berbasis kajian yang mendalam, bukan reaksi spontan terhadap suatu peristiwa,” katanya.

MK Disebut Benteng Terakhir Konstitusi

FUII juga menegaskan posisi MK sebagai penjaga utama konstitusi yang harus bebas dari segala bentuk intervensi.

Menurut Risdiansyah, jika MK sampai terpengaruh oleh tekanan eksternal, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu putusan, tetapi juga kredibilitas sistem hukum secara keseluruhan.

Ia menilai independensi MK menjadi kunci dalam menjaga prinsip negara hukum.

“Kalau MK tunduk pada tekanan, maka fondasi negara hukum bisa terganggu,” ujarnya.

Seruan Jaga Objektivitas dan Profesionalitas

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap uji materi UU TNI, FUII mengajak semua pihak untuk tetap menjaga objektivitas dan profesionalitas.

Risdiansyah menegaskan bahwa kritik terhadap institusi negara tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara proporsional dan berbasis fakta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas negara sangat bergantung pada kepercayaan publik terhadap institusi, termasuk TNI dan MK.

Dengan demikian, ia berharap proses judicial review berjalan secara adil, transparan, dan tetap berlandaskan konstitusi, tanpa intervensi dari pihak mana pun. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sahroni Ceritakan Kronologi Diperas Pegawai Gadungan KPK Rp300 Juta

Sahroni Ceritakan Kronologi Diperas Pegawai Gadungan KPK Rp300 Juta

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ceritakan kronologi soal kasus dugaan pemerasan terhadap dirinya oleh oknum yang mengaku sebagai utusan pimpinan KPK
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Ditanya Indonesia Bakal Chaos, Teddy Langsung Bantah:Tidak Ada Itu

Ditanya Indonesia Bakal Chaos, Teddy Langsung Bantah:Tidak Ada Itu

Belakangan ini mencuat isu Indonesia bakal chaos dalam waktu dekat. Kemudian, hal itu dibantah oleh Seskab Teddy Indra Wijaya. Bahkan ia menegaskan negara
Mendagri dan Menteri PKP Gaspol Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Tegaskan Negara Hadir di Perbatasan

Mendagri dan Menteri PKP Gaspol Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Tegaskan Negara Hadir di Perbatasan

Mendagri Tito dan Menteri PKP mempercepat Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1.000 unit melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan

Trending

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Ramalan Keuangan Zodiak 12 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 12 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan keuangan zodiak 12 April 2026 membawa kabar baik bagi enam zodiak ini. Peluang rezeki, pemasukan, dan keberuntungan finansial meningkat.
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat kondisi rakyat Indonesia, Presiden Prabowo langsung lontarkan peringatan keras ke seluruh pejabat dan birokrat di jajaran kabinetnya terkait esensi
Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik. Teddy menilai data yang disampaikan sejumlah
Mendagri dan Menteri PKP Gaspol Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Tegaskan Negara Hadir di Perbatasan

Mendagri dan Menteri PKP Gaspol Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Tegaskan Negara Hadir di Perbatasan

Mendagri Tito dan Menteri PKP mempercepat Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1.000 unit melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Selengkapnya

Viral