Sopir Bajaj Tak Boleh Ngetem di Tanah Abang, Kasatpol PP: Kalau Mangkal Jadi Bikin Macet
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang sopir bajaj mengetem atau mangkal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Imbauan ini disampaikan usai video viral di media sosial terkait sopir bajaj yang kena palak preman di Tanah Abang.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan pangkalan bajaj di Tanah Abang memang tidak sesuai pada tempatnya, sehingga menimbulkan kemacetan.
“Bajajnya yang kita tertibkan. Maksudnya karena kan di situ pangkalannya, pangkalan yang enggak sesuai, yang enggak seharusnya kan. Jadi kadang-kadang juga menimbulkan kemacetan,” ujar Satriadi saat dihubungi, Senin (13/4/2026).
- Istimewa
“Ya prinsipnya kan mereka sebenarnya kan bajaj itu kan pangkalannya mana ya? Maksudnya dia kan mobile ya. Nah itu paling dia muter, tapi kan ini jadi pangkalan gitu,” tambahnya.
Menurutnya, sopir bajaj tersebut seharusnya tidak mengetem terlalu lama jika ingin menarik atau menunggu penumpang.
“Ngetemnya jangan lama-lama lah, maksudnya narik, ambil penumpang, dia muter kan cari penumpang lagi. Tapi kalau dia mangkal gitu kan, nah itu kan jadi menimbulkan kemacetan gitu,” kata dia.
Diketahui, penertiban pangkalan bajaj di Tanah Abang dilakukan pada Minggu (12/4/2026) pagi.
“Makanya tadi pagi jajaran Satpol PP sudah melakukan penertiban, untuk pangkalan bajaj-bajajnya kita tertibkan gitu loh agar tidak mangkal di situ,” kata Satriadi saat dihubungi, Minggu (12/4/2026).
Dia menyebut tindakan penertiban ini bertujuan agar sopir bajaj tidak terkena palak preman.
Menurutnya, bajaj-bajaj yang mangkal atau menunggu penumpang di Tanah Abang mengundang preman untuk meminta jatah.
“Karena memang kadang-kadang daya tariknya mereka tuh manakala ada yang menguntungkan gitu, atau berusaha dia berusaha untuk jatah-jatahan gitu ya, jatah preman gitu,” kata Satriadi. (saa/muu)
Load more