Perkuat Ketahanan Nasional, BNN dan BNPT Kolaborasi Tangani Ancaman Narkotika serta Terorisme
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menekankan bahwa strategi dalam mengatasi permasalahan narkotika dan terorisme memiliki kemiripan pola, meskipun objek sasarannya berbeda.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, saat mengunjungi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4).
Dalam pertemuan tersebut, Suyudi menjelaskan bahwa kunci penanganan narkotika terletak pada pengendalian adiksi, sementara dalam kasus terorisme, fokus utamanya adalah penanganan ideologi.
Ia mengusulkan agar kedua lembaga memperkuat pendekatan melalui internalisasi nilai-nilai positif serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
"Upaya tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan nilai serta pemberdayaan ekonomi, seperti pengalihan komoditas dari tanaman ganja ke kopi di Gayo Lues," ujar Suyudi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/4).
Lebih lanjut, Jenderal bintang tiga ini juga memberikan peringatan terkait modus baru peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan, khususnya penggunaan cairan rokok elektrik (vape) yang dicampur dengan zat berbahaya seperti etomidate.
Mengingat tingginya tren penggunaan vape di kalangan remaja, penanganan serius sangat diperlukan.
Suyudi pun mengapresiasi langkah BNPT yang mengedepankan pembinaan berbasis keterampilan bagi warga binaan, bukan hanya sekadar pemberian sanksi hukum.
Baginya, sinergi antarlembaga adalah harga mati dalam menghadapi kejahatan yang semakin kompleks.
"BNN berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi, memperkuat pertukaran informasi, serta mengintegrasikan upaya pencegahan dan penindakan, guna memastikan penanganan narkotika berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat nasional," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT Eddy Hartono menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor sangat vital demi menjaga stabilitas keamanan negara.
Ia menyoroti fenomena narcoterrorism di kancah global, di mana bisnis narkotika seringkali dijadikan sumber pendanaan bagi aksi-aksi terorisme.
"Ini sesuai dengan prioritas kerja kami dalam memperkuat sinergi pertahanan dan keamanan nasional," kata Eddy.
Eddy juga memaparkan program pembinaan narapidana terorisme (napiter) yang dikelola BNPT. Program ini dilakukan secara bertahap, mulai dari penempatan di zona risiko tinggi hingga menengah, dengan pengawasan yang terukur.
Proses ini bertujuan untuk menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke lingkungan sosial melalui berbagai pelatihan keterampilan dan pendampingan.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja tersebut, kedua pimpinan lembaga juga meninjau fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK).
Di sana, para warga binaan mendapatkan pelatihan di berbagai bidang, mulai dari otomotif, teknisi AC, kelistrikan, peternakan, hingga kerajinan kayu.
Pelatihan ini juga melibatkan instruktur profesional dan pihak swasta untuk memberikan sertifikasi keahlian sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat. (ant/dpi)
Load more