News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Selasa, 14 April 2026 - 14:35 WIB
Para terduga pelaku pelecehan seksual yang juga mahasiswa FH UI
Sumber :
  • X @kaikirdp

Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan fenomena yang viral di media sosial. Belum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan terkait berita ini.

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena substansi kasusnya, tetapi juga latar belakang para terduga pelaku yang kini mulai terungkap ke permukaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fakta terbaru menunjukkan bahwa sejumlah mahasiswa FH UI yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual melalui grup chat internal memiliki koneksi dengan figur-figur berpengaruh, mulai dari aparat penegak hukum, militer, hingga pejabat kampus. Hal ini memicu kekhawatiran publik terkait transparansi dan objektivitas penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan FH UI.

Latar Belakang Pelaku Jadi Sorotan

Dalam perkembangan terbaru kasus FH UI, beberapa nama yang diduga terlibat mulai dikaitkan dengan latar belakang keluarga atau relasi yang cukup kuat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Muhammad Kevin Ardiansyah, yang disebut merupakan anak seorang polisi. Isu ini langsung dikaitkan dengan kekhawatiran adanya konflik kepentingan dalam penanganan kasus pelecehan seksual FH UI.

Selain itu, terdapat nama Rifat Bayuadji Susilo yang disebut memiliki latar belakang keluarga dari institusi TNI. Keterkaitan dengan aparat negara ini kembali memunculkan narasi sensitif di tengah publik terkait dugaan “perlindungan” terhadap pelaku.

Tak hanya itu, Munif Taufik juga dikaitkan dengan firma hukum ternama ABNR Counsellors at Law, salah satu law firm tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Sementara itu, Priya Danuputranto Priambodo disebut berasal dari keluarga pemilik firma hukum Priambodo Patria & Co.

Relasi dengan lingkungan akademik juga mencuat. Muhammad Nasywan Azizullah disebut memiliki hubungan dengan dekan di fakultas lain, sementara Irfan Khalis dikabarkan memiliki kedekatan dengan Wakil Dekan 1 FH UI. Bahkan, Simon Patrich Bungaran Pangaribuan disebut merupakan keponakan dari dekan FH UI.

Fakta-fakta ini memperkuat tekanan publik agar kasus pelecehan seksual FH UI ditangani secara transparan tanpa intervensi.

Kronologi Awal Kasus Grup Chat

Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengonfirmasi bahwa kasus kekerasan seksual ini bermula dari percakapan dalam grup chat internal mahasiswa. Percakapan tersebut berisi konten bernuansa seksual yang membahas mahasiswi lain, yang kemudian tersebar luas di media sosial.

“Telah terjadi tindakan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa FH UI sebagai pelakunya,” ujar Dimas dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, bentuk pelecehan seksual FH UI yang terjadi bersifat verbal dan digital. Meski belum ditemukan indikasi penyebaran foto korban, potensi temuan lain masih terbuka seiring proses investigasi yang terus berjalan.

Daftar 16 Mahasiswa FH UI yang Diduga Terlibat

Berikut daftar nama mahasiswa FH UI yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual:

  1. Erian Khalis

  2. Keona Ezra Pangestu

  3. Mohammad Deyca Putratama

  4. Reyhan Fayyaz Rizal

  5. Muhammad Valenza Rabbani Putra Harisman

  6. Munil Taufik

  7. Priya Danuputranto Priambodo

  8. Diputya Saka Wisesa

  9. Muhammad Kevin Ardiansyah

  10. Muhammad Ahsan Raikel Pharel

  11. Muhammad Nasywan Azizullah

  12. Simon Patrich Bungaran Pangaribuan

  13. Anargya Hay Fausta Gitaya

  14. Nadhil Zahran Fernandi

  15. Rafi Muhammad

  16. Rifat Bayuadji Susilo

Kemunculan nama-nama ini dalam forum terbuka sebelumnya sempat memicu gelombang emosi dari mahasiswa lain, yang menuntut keadilan dan sanksi tegas terhadap pelaku pelecehan seksual FH UI.

Tekanan Publik: Jangan Ada “Backing” dalam Kasus FH UI

Ramainya isu latar belakang keluarga pelaku membuat publik semakin kritis. Banyak pihak menyoroti potensi adanya “backing” dari aparat atau pejabat kampus yang bisa memengaruhi jalannya proses hukum maupun sanksi akademik.

Kasus ini pun tidak hanya menjadi isu pelecehan seksual semata, tetapi berkembang menjadi isu integritas institusi, termasuk bagaimana FH UI dan Universitas Indonesia menjaga independensi dalam menangani kasus sensitif seperti ini.

Istilah “polisi seksual” bahkan ramai diperbincangkan di media sosial, merujuk pada dugaan keterlibatan anak aparat dalam kasus ini.

Sikap Kampus dan Proses Investigasi

Pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Humas, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa kampus telah merespons serius kasus pelecehan seksual FH UI. Saat ini, proses penelusuran dan verifikasi sedang dilakukan secara menyeluruh.

“Fakultas dan universitas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia,” ujarnya.

UI juga memastikan bahwa penanganan kasus dilakukan bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama, termasuk menjaga kerahasiaan identitas dan memberikan pendampingan.

Desakan Sanksi Tegas Menguat

BEM FH UI menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan pelecehan seksual dalam bentuk apa pun. Mereka mendorong agar seluruh pelaku mendapatkan sanksi maksimal, baik secara akademik maupun etik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pelecehan seksual FH UI kini menjadi ujian besar bagi institusi pendidikan tinggi dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Publik menanti langkah tegas dan transparan, terlebih dengan munculnya fakta-fakta baru terkait latar belakang para terduga pelaku.

Sorotan terhadap kasus ini dipastikan belum akan mereda, seiring tuntutan masyarakat agar tidak ada celah impunitas, termasuk bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan aparat, pejabat kampus, maupun elit hukum. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, MIND ID Perkuat Hilirisasi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, MIND ID Perkuat Hilirisasi

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan proyek-proyek
Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA dikabarkan tengah menyiapkan skenario darurat jelang Piala Dunia FIFA 2026, menyusul kemungkinan mundurnya Iran akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA dikabarkan tengah menyiapkan skenario darurat jelang Piala Dunia FIFA 2026, menyusul kemungkinan mundurnya Iran akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Selengkapnya

Viral