News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Dukung Menteri Ara Gencarkan Genteng Plered Purwakarta Masuk Gentengisasi, Siap Beri Asuransi untuk Pekerja

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menjamin perlindungan asuransi pekerja demi sukseskan genteng Plered, Purwakarta masuk program gentengisasi nasional.
Selasa, 14 April 2026 - 21:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Purwakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara). Pertemuan itu guna mendukung program gentengisasi nasional.

Dedi Mulyadi mendukung program ini. Gentengisasi nasional sebagai program yang digagas sekaligus digencarkan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan Dedi Mulyadi membahas genteng Plered di Purwakarta. Ia menginginkan hal ini masuk program gentengisasi nasional.

Dalam pertemuan di Plered, Purwakarta, Selasa (14/4/2026), KDM sapaan akrabnya, menemani kunjungan kerja Menteri Ara. Ia bahagia gentengisasi menyasar pada genteng Plered.

"Merayakan lakunya genteng Plered, biar genteng Plered tidak lesu lagi," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Temani Menteri Ara Tinjau Genteng Plered Purwakarta

Di momen itu, Dedi Mulyadi juga bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta pengusaha nasional James Riady. Tujuannya untuk menemani Ara turun langsung ke sentra produksi genteng.

Menteri Ara melakukan peninjauan, tepatnya di PG Padi Super, Desa Pamoyanan, Plered, Purwakarta. Menteri PKP itu bersama KDM dan Bupati Purwakarta bertemu dengan 72 perajin genteng lokal.

Ara pun memberikan pengarahan dan sosialisasi. Tujuannya agar pelaku UMKM siap mewujudkan pelaksanaan program nasional tersebut.

Ia menginginkan kebutuhan material perumahan demi menyukseskan program perumahan rakyat ini sepenuhnya dari produk dalam negeri, khususnya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.

"Pelaksanaan program gentengisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kita ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, namun juga tepat dan bisa dipertanggungjawabkan," terang Menteri Ara.

Kata Menteri Ara, potensi penggunaan genteng lokal tidak hanya pada BSPS di Jabar, tetapi juga menyasar pada sektor rumah subsidi.

Di periode 2025, sebanyak 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat tercatat membutuhkan kurang lebih sekitar 730 keping genteng per unit.

Pada periode tahun ini yang akan dimulai pada April 2026, pengiriman ditargetkan sekitar 40.000 genteng. Hal ini sebagai tahap awal pelaksanaan BSPS Jabar dalam bagian dari distribusi nasional.

"Satu unit rumah membutuhkan kurang lebih 300 pcs genteng. Apabila kita dorong menggunakan genteng lokal dengan harga sekitar Rp2.300 per pcs, potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp27,6 miliar," tuturnya.

Sementara, 44.000 unit genteng akan dikirim dari Plered. Tujuannya untuk menyukseskan tahap awal program mendukung pembangunan perumahan rakyat.

Menteri Ara menegaskan, langkah ini sangat membantu perputaran ekonomi, setidaknya sangat membantu para UMKM genteng lokal.

Ia berharap melalui program gentengisasi, UMKM genteng lokal bisa naik kelas. Skala program ini begitu besar dan terus berkelanjutan.

Dedi Mulyadi Ungkap Para Pekerja Industri Genteng bakal Dapat Asuransi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Pemprov Jabar

Sementara, Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan serius dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Hal ini berkaitan kesiapan perlindungan asuransi untuk para pekerja industri genteng.

Ia mempunyai alasan terkait langkah diambil oleh Pemprov Jabar. Perlindungan asuransi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kerja khususnya di sektor informal.

Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, asuransi ketenagakerjaan bagi para karyawan pabrik genteng ditanggung oleh Pemprov Jabar. Ia hanya menginginkan adanya rasa aman hingga para pekerja dapat meningkatkan kualitas hidup.

"Pemprov akan masuk memberikan asuransi ketenagakerjaan untuk para pekerja genteng. Ini bagian perlindungan mereka bekerja dengan tenang dan lebih produktif," jelas Dedi Mulyadi.

Akan tetapi, KDM mengingatkan terkait peningkatan kesejahteraan. Baginya, bagian ini tidak hanya bisa bergantung dari pemerintah.

Ia berharap kepada para pengusaha genteng. Mereka didorong memberikan kontribusi, minimal menaikkan jumlah upah atau gaji untuk para pekerja secara layak.

Ia menyinggung kondisi pilu terkait upah pekerja genteng di sejumlah daerah sentra produksi di Jabar. Contohnya terjadi di Cianjur, Garut hingga Kuningan hanya sekitar Rp50 ribu per hari.

Menurut Gubernur Jabar itu, jumlah upah sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu memberatkan para pekerja. Kondisi seperti ini sulit mengentas kemiskinan.

"Maka dari itu, pengusaha juga harus menaikkan upah, minimal ada kenaikan yang berdampak," tegasnya.

Keterlibatan menyasar pada sentra genteng Plered tak lekang dari aspirasi maupun usulan dari Dedi Mulyadi. Sebelumnya, Gubernur Jabar itu bertemu Menteri Ara di kawasan Jakarta pada Maret 2026.

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi dan Menteri Ara membahas sejumlah program strategis, salah satunya gentengisasi sebagai program nasional.

KDM menegaskan, genteng tidak hanya dari Majalengka, tetapi juga diproduksi di Purwakarta. Namun begitu, ia menjelaskan program ini telah dijalankan sejak dimulai dari Jatiwangi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Daerah lain di Jawa Barat, termasuk Plered juga memiliki kualitas produk yang tiidak kalah baik dan layak untuk menembus pasar nasional," ucap Dedi Mulyadi.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral