News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

11 Juta Peserta BPJS Disisir Ulang, Pemerintah Coret yang Tak Berhak dan Alihkan Subsidi

Pemerintah sisir ulang 11 juta data BPJS, subsidi dialihkan dari orang mampu ke masyarakat miskin demi keadilan dan ketepatan sasaran.
Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan
Sumber :
  • BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mulai melakukan perombakan besar terhadap data penerima subsidi iuran BPJS Kesehatan. Langkah ini diambil setelah ditemukan jutaan peserta yang dinilai tidak tepat sasaran, termasuk dari kelompok masyarakat mampu.

Sebanyak 11 juta data peserta kini masuk dalam proses evaluasi untuk dialihkan ke kelompok yang lebih berhak menerima bantuan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan subsidi kesehatan benar-benar menyasar masyarakat miskin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data Tunggal BPS Jadi Acuan

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa pembenahan dilakukan setelah data dari berbagai kementerian dikonsolidasikan menggunakan basis tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Selama ini, ketidakterpaduan data antarinstansi menjadi salah satu penyebab utama bantuan tidak tepat sasaran. Dengan sistem baru ini, pemerintah ingin memastikan keakuratan data penerima subsidi.

“Uang yang kita bayarkan tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Bahkan ada 10 persen orang terkaya yang ikut dibayarkan,” ujar Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (15/4/2026).

Subsidi BPJS Tembus 159 Juta Peserta

Budi memaparkan, jumlah peserta BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah saat ini mencapai 159,1 juta orang. Angka ini bahkan melampaui jumlah penduduk dalam kategori menengah ke bawah.

Artinya, lebih dari 50 persen populasi Indonesia telah menerima subsidi iuran BPJS, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Lebih dari setengah populasi sudah dibayarkan iurannya oleh pemerintah,” jelasnya.

Kondisi ini dinilai tidak ideal karena menunjukkan adanya kebocoran bantuan ke kelompok yang tidak berhak.

Jutaan Peserta Tidak Tepat Sasaran

Hasil pemadanan data terbaru menunjukkan adanya jutaan peserta yang masuk kategori tidak layak menerima subsidi. Ketidaktepatan ini terjadi di berbagai skema, mulai dari:

  • Penerima Bantuan Iuran (PBI)

  • Peserta PBPU yang didanai pemerintah daerah

  • Peserta BPJS kelas 3

Sejumlah peserta dalam kategori tersebut ternyata berasal dari kelompok ekonomi menengah hingga atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Subsidi Dialihkan ke Kelompok Rentan

Sebagai langkah koreksi, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan subsidi dari kelompok mampu ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya kelompok desil 1 hingga 5.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral