News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Begal Bercelurit di Gunung Sahari, Remaja Dipaksa Serahkan Motor dan HP, Polisi Selidiki Kaitan dengan Kasus Damkar

Viral begal bercelurit di Gunung Sahari, remaja jadi korban, motor dan HP dirampas, polisi buru pelaku dan selidiki kaitan dengan kasus damkar.
Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB
Ilustrasi begal motor.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Aksi begal kembali meresahkan warga Jakarta Pusat. Kali ini, dua remaja pengendara sepeda motor menjadi korban perampasan oleh sekelompok pelaku bersenjata tajam di kawasan Gunung Sahari. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Insiden terjadi pada Kamis dini hari (15/4/2026), saat korban tengah melintas di kawasan tersebut. Dalam video yang beredar, terlihat aksi para pelaku yang berjumlah empat orang, menggunakan dua sepeda motor untuk mengejar dan memepet korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekaman yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini memperlihatkan detik-detik mencekam saat korban dihentikan secara paksa. Pelaku langsung berusaha mencabut kunci motor, sembari mengancam menggunakan celurit.

Pelaku Ancam dengan Celurit, Korban Tak Berdaya

Dalam video tersebut, korban tampak tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Salah satu pelaku mengacungkan celurit ke arah korban, sementara pelaku lainnya ikut mendekat untuk memperkuat intimidasi.

Tak hanya merampas sepeda motor, para pelaku juga mengambil ponsel milik korban. Dalam kondisi terancam, korban akhirnya menyerahkan seluruh barang berharganya.

Setelah berhasil menguasai motor dan ponsel, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pola Aksi Terorganisir, Empat Pelaku Diburu

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa korban telah melapor dan pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

“Korban sudah membuat laporan dan saat ini kami sedang melakukan identifikasi terhadap pelaku,” ujar Roby, Rabu (15/4/2026).

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan dalam mengungkap identitas pelaku.

Dari pola yang terlihat, aksi begal ini diduga dilakukan secara terencana dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari memepet korban, mengancam, hingga mengambil barang.

Diduga Terkait Kasus Begal Anggota Damkar

Menariknya, polisi tidak menutup kemungkinan bahwa aksi begal di Gunung Sahari ini memiliki keterkaitan dengan kasus begal yang sebelumnya menimpa anggota pemadam kebakaran di Jakarta Pusat.

Menurut Roby, terdapat kemiripan pola antara kedua kejadian tersebut, terutama dalam cara pelaku beraksi secara berkelompok dan menggunakan senjata tajam.

“Tidak menutup kemungkinan ada kaitannya dengan kasus lain. Polanya kurang lebih sama, tapi saat ini masih kami dalami dan kumpulkan bukti,” jelasnya.

Modus Begal Kian Berani dan Brutal

Aksi begal dengan menggunakan senjata tajam seperti celurit menunjukkan tingkat keberanian pelaku yang semakin tinggi. Target korban pun cenderung acak, termasuk remaja yang tengah melintas di jalanan pada waktu sepi.

Modus yang digunakan juga semakin agresif, yakni:

  • Memepet korban secara tiba-tiba

  • Mengancam dengan senjata tajam

  • Mengambil kendaraan dan barang berharga secara paksa

  • Kabur dalam waktu singkat

Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari di kawasan yang relatif sepi.

Polisi Intensifkan Perburuan Pelaku

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, kepolisian masih memburu keempat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Upaya identifikasi terus dilakukan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal jalanan di ibu kota yang menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. (ars/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Agustus 2026 Rp2.700.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Agustus 2026 Rp2.700.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 13 Agustus 2026 yang dipantau dari laman Logam Mulia Rp2.700.000 per gram.
Herry Alamsjah dan Gubernur Lampung Resmikan Rumah Sakit Alamsjah Ratuperwiranegara di Lampung

Herry Alamsjah dan Gubernur Lampung Resmikan Rumah Sakit Alamsjah Ratuperwiranegara di Lampung

Suasana penuh khidmat, rasa hormat, dan kehangatan kekeluargaan mewarnai perhelatan silaturahmi serta penguatan komitmen pelayanan masyarakat yang berlangsung di Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara.
Hasil Ekshumasi Sutrimo, Tim Forensik Blak-blakan Soal Indikasi Kekerasan

Hasil Ekshumasi Sutrimo, Tim Forensik Blak-blakan Soal Indikasi Kekerasan

Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan Sutrimo merupakan laki-laki berusia 40 tahun dengan panjang badan 166 sentimeter.
Belum juga Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Striker Berdarah Depok Masuk Best XI Kasta Kedua Liga Belanda

Belum juga Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Striker Berdarah Depok Masuk Best XI Kasta Kedua Liga Belanda

Striker keturunan Depok yang belum dinaturalisasi Timnas Indonesia Dean Zandbergen masuk ke dalam Best XI pekan pertama Eerste Divisie, kasta kedua liga Belanda
Resmi! Ini Daftar Lengkap Peserta FIVB Club World Championship 2026: Ada Jakarta Bhayangkara Presisi

Resmi! Ini Daftar Lengkap Peserta FIVB Club World Championship 2026: Ada Jakarta Bhayangkara Presisi

Delapan klub dari berbagai penjuru dunia akan menjadi peserta di ajang FIVB Club World Championship 2026. Salah satunya ada tim voli putra Jakarta Bhayangkara Presisi yang akan menjadi perwakilan Asia.
Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5%

Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5%

Bapenda DKI Jakarta berlakukan keringanan pembayaran mulai 1 Agustus hingga 30 September 2026, bertepatan dengan batas akhir pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2026.

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selengkapnya

Viral