News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mensos Pastikan 11 Juta Peserta yang Dinonaktifkan Tetap Dilayani, Rumah Sakit Dilarang Menolak

Meski status kepesertaan dinonaktifkan, pemerintah harus memastikan layanan kesehatan tetap harus diberikan, terutama bagi yang membutuhkan perawatan.
Rabu, 15 April 2026 - 20:01 WIB
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.
Sumber :
  • TVR

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa 11 juta peserta BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan tetap berhak mendapatkan layanan kesehatan. 

Pemerintah bahkan melarang rumah sakit menolak pasien dalam kondisi apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak, tidak ada perbedaan. Ini cuma kita menafsirkan hasil keputusan sebelumnya saja. Yang pada dasarnya sama,” ujar Saifullah Yusuf usai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, keputusan pemerintah jelas. Meski status kepesertaan dinonaktifkan, layanan kesehatan tetap harus diberikan, terutama bagi yang membutuhkan perawatan.

“Bahwa 11 juta yang sudah dinonaktifkan itu tetap bisa dilayani jika memerlukan perawatan atau juga pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan atau di rumah sakit,” tegasnya.

Kebijakan ini diperkuat melalui surat resmi Menteri Kesehatan kepada seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan, agar tidak menolak pasien.

“Agar 11 juta yang dinonaktifkan itu, jika memerlukan layanan kesehatan bisa dilayani oleh fasilitas kesehatan maupun rumah sakit,” katanya.

Untuk kasus khusus, pemerintah bahkan langsung mengaktifkan kembali peserta yang memiliki penyakit berat atau katastropik.

“Yang memiliki penyakit katastrofik, penyakit yang memerlukan perawatan berkelanjutan itu otomatis dia menjadi aktif kembali. Nah 106.000 ini yang kemudian diaktifkan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, jutaan peserta lainnya tetap dijamin bisa berobat meski statusnya belum aktif sepenuhnya.

“Yang 11 juta itu jangan ditolak harus dilayani. Pembiayaannya nanti akan dipikirkan, nanti akan dibiayai oleh Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan,” tegas Gus Ipul.

Ia juga mengaku telah menelusuri laporan terkait dugaan penolakan pasien. Namun hingga saat ini, belum ditemukan kasus penolakan oleh rumah sakit.

“Saya mendapatkan jawaban dari BPJS Kesehatan tidak ada. Tidak ada dari peserta BPJS yang dinonaktifkan itu yang ditolak ketika berobat,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang laporan dari masyarakat dan DPR untuk ditindaklanjuti jika ditemukan kasus di lapangan.

“Tidak boleh ada yang menolak pasien dari 11 juta yang dinonaktifkan,” tandasnya.

Di sisi lain, Mensos juga mendorong masyarakat ikut aktif dalam proses pemutakhiran data agar bantuan sosial lebih tepat sasaran ke depan.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk ikut melakukan pemutakhiran data agar data kita makin akurat,” kata Saifullah Yusuf.

Ia menegaskan, keterbukaan data menjadi kunci untuk memperbaiki sistem bantuan sosial, sekaligus mencegah kesalahan sasaran yang selama ini terjadi.

“Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi, tapi justru kita buka agar masyarakat bisa ikut partisipasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah mulai merombak besar-besaran data penerima subsidi iuran BPJS Kesehatan. 

Sebanyak 11 juta peserta masuk dalam proses evaluasi untuk dialihkan ke kelompok yang lebih berhak.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pembenahan ini dilakukan setelah data dari berbagai kementerian dikonsolidasikan menggunakan basis tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menyoroti, selama ini subsidi iuran BPJS justru tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat miskin.

“Bahwa uang yang kita bayarkan itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (15/4/2026). 

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena data yang sebelumnya belum terintegrasi dengan baik. Akibatnya, bantuan negara bocor ke kelompok yang seharusnya tidak berhak.

Budi bahkan membeberkan, dari skema yang ada saat ini, jumlah peserta BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah mencapai 159,1 juta orang—melampaui jumlah penduduk di kelompok bawah.

“Jadi, lebih dari 50% populasi penduduk Indonesia itu sudah dibayarkan iurannya oleh pemerintah,” ujarnya.

Dari hasil pemadanan data terbaru, pemerintah menemukan jutaan peserta yang masuk kategori tidak tepat sasaran. 

Mulai dari skema PBI, PBPU Pemda, hingga peserta kelas 3 yang ternyata berasal dari kelompok ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan subsidi tersebut ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Lebih baik kita kurangi yang desil 10, yang 10% terkaya, kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang desil 5,” tegasnya.

Dalam proses realokasi ini, sekitar 11 juta data peserta terdampak. Namun pemerintah mengakui proses tersebut belum sepenuhnya akurat dan masih memerlukan pemutakhiran lanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menghindari gejolak, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi peserta yang terdampak agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan.

“Orang ini tetap bisa mendapatkan akses layanan kesehatan selama 3 bulan sampai akhir April,” jelas Budi. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paddy Pimblett Sindir Keras Ilia Topuria karena Tuduh Justin Gaethje Curang

Paddy Pimblett Sindir Keras Ilia Topuria karena Tuduh Justin Gaethje Curang

Paddy Pimblett melontarkan kritik keras kepada Ilia Topuria setelah petarung asal Spanyol itu menuduh Justin Gaethje melakukan kecurangan dalam pertarungan.
Terungkap Motif Pasangan Sesama Jenis yang Viral Bikin Video Mesum A Day in My Life, Begini Penjelasan Polisi

Terungkap Motif Pasangan Sesama Jenis yang Viral Bikin Video Mesum A Day in My Life, Begini Penjelasan Polisi

Video mesum a day in my life, dua pria yang diduga pasangan sesama jenis itu, berseliweran di medsos. Bahkan muncul dengan banyak potongan video pendek.
Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Rp2.630.000 per Gram, Naik Tipis Rp3.000

Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Rp2.630.000 per Gram, Naik Tipis Rp3.000

Harga emas Antam hari ini 23 September 2026 Rp2.630.000 per gram. Buyback yang terpantau ikut naik.
Timnas Voli Putri Indonesia Perbaiki Nasib, Naik Peringkat Meski Gagal Tembus 5 Besar Asian Games 2026

Timnas Voli Putri Indonesia Perbaiki Nasib, Naik Peringkat Meski Gagal Tembus 5 Besar Asian Games 2026

Meski gagal menembus lima besar Asian Games 2026, namun Timnas Voli Putri Indonesia tetap naik peringkat dibandingkan dengan pencapaiannya di edisi sebelumnya.
Gagal Raih Medali Lagi Asian Games, Media Korea Singgung Hilangnya Sosok Kim Yeon-koung

Gagal Raih Medali Lagi Asian Games, Media Korea Singgung Hilangnya Sosok Kim Yeon-koung

Tim voli putri Korea Selatan kembali gagal meraih medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. media Korea mengaitkan dengan absennya legenda, Kim Yeon-koung.
Dukung Ketahanan Energi, Pemkot Pekalongan Giatkan Gerakan Ubah Jelantah Bernilai Ekonomi

Dukung Ketahanan Energi, Pemkot Pekalongan Giatkan Gerakan Ubah Jelantah Bernilai Ekonomi

Pemkot Pekalongan mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah untuk berpartisipasi dalam gerakan mengubah jelantah menjadi rupiah.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan sesama jenis yang membuat video mesum bertajuk “A Day in My Life” ternyata menjalin hubungan. 
Dokter Soroti Pasangan di Video Mesum 'A Day in My Life' Terpapar HIV, Ingatkan Perlunya Edukasi Dini

Dokter Soroti Pasangan di Video Mesum 'A Day in My Life' Terpapar HIV, Ingatkan Perlunya Edukasi Dini

Media sosial digemparkan dengan satu video mesum yang menampilkan pasangan sesama jenis (gay) bertajuk atau bertemakan a day in my life. Hal ini menuai atensi.
Kevin Diks Bicara Jujur soal Rivalitas Timnas Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Sudah Mendengarnya

Kevin Diks Bicara Jujur soal Rivalitas Timnas Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Sudah Mendengarnya

Kevin Diks, yang hendak menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, berbicara soal Malaysia. Ini menjadi duel yang dinantikan oleh para suporter.
Selengkapnya

Viral