RDPU di DPR RI, MAI Soroti Persoalan Sinkronisasi Data
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menyampaikan sejumlah pandangannya ke Komisi IV DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Sekretaris Jenderal MAI, Romi Novriadi mengatakan pentingnya penguatan tata ruang dan sinkronisasi data nasional sebagai langkah mendesak untuk mempercepat pengembangan sektor akuakultur di Indonesia.
“Tanpa kepastian tata ruang dan data yang terintegrasi, pengembangan akuakultur tidak akan berjalan optimal dan berpotensi menghambat daya saing Indonesia di pasar global,” kata Romi, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Romi menekankan sektor akuakultur memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar ekonomi biru nasional dengan kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekspor, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam RDPU tersebut, MAI turu menyampaikan sejumlah isu prioritas yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.
Isu tersebut meliputi penguatan komoditas unggulan seperti udang, lobster, rumput laut, kepiting, pengembangan sistem silvofishery yang mengintegrasikan budidaya dengan pelestarian mangrove, serta revitalisasi kawasan tambak di Pantai Utara Jawa (Pantura) yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kondisi lokal.
Selain itu, MAI juga menyoroti persoalan data yang selama ini dinilai belum sinkron dan kerap menjadi hambatan dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
"Karena itu, MAI mendorong sinkronisasi data nasional yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, serta pelaku usaha agar kebijakan sektor budidaya lebih akurat dan implementatif," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong perluasan sertifikasi budidaya guna menjawab tuntutan pasar global terutama yang berkaitan dengan aspek keamanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan keterlacakan produk.
“Perluasan sertifikasi budidaya menjadi penting agar produk akuakultur Indonesia mampu memenuhi standar pasar global sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk perikanan budidaya nasional,” katanya.(raa)
Load more