Diplomasi Energi ke Rusia Tuai Dukungan, Langkah Bahlil Dinilai Taktis yang Masuk Akal
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Pandangan serupa disampaikan dosen dan peneliti kebijakan publik Universitas Negeri Surabaya Ahmad Nizar Hilmi. Ia menilai kerja sama energi ini tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik global yang turut membentuk arah kebijakan dalam negeri.
“Dalam perspektif kebijakan, kerja sama pasokan energi dengan Rusia perlu dibaca bukan sekadar solusi teknokratis untuk menambah stok, tetapi juga bagian dari dinamika ekonomi-politik energi global yang membentuk pilihan kebijakan domestik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menilai kebijakan pemerintah tetap relevan sebagai langkah stabilisasi jangka pendek, terutama untuk menjaga harga energi tetap terkendali di tengah tekanan global.
“Menjaga suplai dan harga tetap terkendali berarti meredam potensi tekanan sosial akibat inflasi dan gejolak ekonomi. Karena itu, kebijakan ini bersifat pragmatis dalam jangka pendek, tetapi berisiko menjadi ‘manajemen ketergantungan’ jika tidak diiringi agenda perbaikan lain yang lebih mendasar,” pungkasnya. (agr/iwh)
Load more