Dedi Mulyadi Tegaskan Prasasti Sapta Taruna Tak Dipindahkan dari Gedung Sate Saat Revitalisasi Berjalan
- Instagram/@dedimulyadi71
Bandung, tvOnenews.com - Recana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi revitalisasi halaman Gedung Sate menjadi sorotan.
Rencana revitalisasi halaman Gedung Sate ini akan menelan anggaran hingga Rp15 miliar.
Baru-baru ini, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa batu prasasti Sapta Taruna yang menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) tidak akan dipindahkan dari tempatnya saat proyek revitalisasi dijalankan.
"Tetap saja, prasasti tidak berubah, enggak ada masalah. Prasasti tidak akan digeserkan dan tetap di situ," katanya di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (15/4/2026).
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Revitalisasi, kata dia, berupa penataan halaman Gedung Sate yang lebih baik dan memperluas dengan menyambungkan ke Lapangan Gasibu dengan tinggi yang sama, agar lebih representatif sebagai halaman gedung pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
"Yang ada adalah penataan halamannya jauh lebih bagus, dan nanti tinggi Gasibu itu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate. Sehingga nanti terbuka lebih luas, lebih lebar dan Gasibu tidak menjadi halaman Pullman. Hari ini kan Gasibu kesannya menjadi halaman Pullman, bukan halaman gedung sate," ucapnya.
Ia membenarkan Jalan Diponegoro yang menjadi batas depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu akan terdampak revitalisasi halaman Gedung Sate dan akan dipindahkan dengan membelah tepat di tengah Lapangan Gasibu.
Nantinya, kata dia, Jalan Diponegoro akan dibelokkan tepat di depan gerbang Hotel Pullman yang sejajar tepat dengan titik tengah Lapangan Gasibu Bandung.
"Ini Jalan Diponegoro depan Gedung Sate, nanti muter ke depan Pullman, belok kanan, nanti sebagian Gasibu digunakan. Dan untuk jembatan di ujungnya jadi lebih baik. Demo tetap boleh tapi kan tidak mengganggu unjuk rasa," ucapnya.
Namun ada yang kemudian tidak dijelaskan Dedi sehubungan proses revitalisasi halaman Gedung Sate ini, yakni terkait dengan kelanjutan nasib Lapangan Gasibu dengan fasilitas jogging track, toilet, taman dan perpustakaan yang menjadi area terbuka masyarakat Bandung setiap hari, apakah akan tetap ada atau malah ditiadakan.
Berdasarkan pantauan, taman hijau yang selama ini menghiasi wajah Gedung Sate mulai digunduli, ubin-ubin dan batu alam plaza dibongkar, dan tanaman dicabuti untuk memberikan ruang bagi lapangan upacara yang baru.
Load more