Geger Penganiayaan Tokoh Agama Usia 70 Tahun di Tasikmalaya, Pelaku Oknum Ormas Serahkan Diri ke Polisi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pelarian terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang tokoh agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya berakhir.
Pria yang diduga merupakan anggota salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut telah menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya pada Minggu (19/4).
Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dijalankan secara tegas dan sesuai prosedur yang berlaku.
Plt Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, menegaskan komitmen institusinya dalam menangani perkara yang menimpa kiai berinisial AY tersebut.
"Kasus dugaan penganiayaan di Cikatomas, kami dari Polres Tasikmalaya sudah bertindak sesuai prosedur hukum," ujar Agus Yusup di Tasikmalaya.
Kedatangan terduga pelaku ke kantor polisi merupakan hasil dari langkah persuasif yang dilakukan oleh tim penyidik. Setelah sempat dicari oleh petugas pasca-kejadian, pelaku akhirnya memilih untuk bersikap kooperatif.
"Setelah dilakukan pendekatan, dan penggalangan oleh anggota, akhirnya terduga pelaku secara kooperatif mendatangi Polres Tasikmalaya," jelas Agus.
Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku yang didampingi oleh kuasa hukumnya.
Meski pelaku sudah diamankan, polisi masih berupaya menggali lebih jauh mengenai alasan atau latar belakang di balik aksi kekerasan tersebut.
"Motifnya lagi didalami, yang penting semua pihak bersabar dan percayakan pada polisi," tambahnya.
Insiden ini bermula pada Rabu (15/4) lalu di Desa Cayur, Cikatomas. Saat itu, korban yang diketahui bernama Abdul Yani (70) tengah melintas di lokasi di mana organisasi pelaku sedang menyelenggarakan acara halalbihalal.
Entah apa pemicunya, terjadi keributan yang berujung pada aksi penganiayaan terhadap tokoh agama tersebut.
Akibat kejadian itu, Abdul Yani sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kabar baiknya, kondisi kesehatan korban kini dilaporkan sudah mulai membaik dan berangsur pulih.
Menyikapi situasi yang sempat memanas, Polres Tasikmalaya mengimbau agar warga tidak mengambil langkah sendiri atau terhasut oleh kabar-kabar bohong yang beredar di media sosial.
"Masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," ujar Agus Yusup. (ant/dpi)
Load more