Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung Selatan kini menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan.
Pemprov Jawa Barat berencana menyulap hunian penduduk setempat menjadi penginapan atau homestay yang layak bagi para turis.
Dedi Mulyadi memproyeksikan transformasi rumah-rumah warga menjadi bangunan panggung yang memiliki nilai estetika tinggi. Nantinya, rumah tersebut akan dirancang dengan pembagian ruang yang produktif bagi pemiliknya.
“Semua bangunan rakyat akan kita ubah jadi rumah panggung estetik, satu rumah empat kamar, dos untuk keluarga dan dua untuk homestay, supaya masyarakat tidak hanya jadi buruh tapi ikut menikmati hasil pariwisata,” terang Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (20/4).
Langkah strategis ini diambil agar keuntungan dari sektor pariwisata tidak hanya mengalir ke kantong pengusaha besar dari luar daerah, sementara warga lokal hanya menjadi pekerja kasar dengan upah minim.
“Pengusaha dari luar datang jadi kaya, sementara warga lokal yang bekerja sebagai kuli petik justru tetap miskin, ini yang harus kita ubah,” tegasnya.
Selain urusan penginapan, sektor UMKM dan pedagang kaki lima di Ciwidey serta Pangalengan juga tidak luput dari penataan.
Dedi mengarahkan agar identitas lokal ditonjolkan melalui penggunaan sarana jualan tradisional yang rapi dan penyajian produk asli daerah.
Ia menekankan agar produk instan tidak lagi mendominasi lapak-lapak wisata.
“Pedagang jangan pakai plastik sembarangan, gunakan saung yang rapi, dan yang dijual harus produk lokal seperti kopi Bandung dan gula aren, bukan kopi sachet,” ujarnya.
Sejalan dengan penataan tersebut, infrastruktur dasar seperti sistem drainase, kebersihan, hingga penerangan jalan umum di area wisata akan diperbaiki secara menyeluruh. Hal ini dilakukan demi menjamin kenyamanan pengunjung selama berlibur di Bandung Selatan.
“Mulai sekarang kawasan harus bersih, rapi, jalannya bagus, lampunya terang, supaya wisatawan nyaman,” tambah Dedi.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemprov Jabar juga akan membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan teknis, mulai dari pengelolaan manajemen penginapan, kemampuan tata boga, hingga penguasaan bahasa Inggris.
Load more