News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Arsitek APBN ke Kursi Panas: Profil dan Kekayaan Luky Alfirman yang Dicopot dari Jabatannya di Kemenkeu

Profil Luky Alfirman, perjalanan karier hingga kekayaan Dirjen Anggaran yang dikabarkan dicopot dari Kemenkeu.
Rabu, 22 April 2026 - 19:30 WIB
Dari Arsitek APBN ke Kursi Panas: Profil dan Kekayaan Luky Alfirman yang Dicopot dari Jabatannya di Kemenkeu
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Luky Alfirman menjadi sorotan publik setelah beredar kabar pencopotan dirinya dari posisi strategis sebagai Direktur Jenderal Anggaran di Kementerian Keuangan Republik Indonesia per 22 April 2026.

Di tengah isu perombakan pejabat eselon I oleh Purbaya Yudhi Sadewa, sosok Luky Alfirman kembali diperbincangkan, bukan hanya karena jabatannya, tetapi juga rekam jejak panjang dan kekayaannya yang mencapai puluhan miliar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Profil Luky Alfirman: Akademisi yang Jadi Arsitek Fiskal

Profil Luky Alfirman menunjukkan kombinasi kuat antara latar belakang akademik dan pengalaman birokrasi. Luky Alfirman merupakan lulusan:

  • Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung

  • Master of Arts (MA) in Economics

  • PhD in Economics dari University of Colorado Boulder

Dengan latar pendidikan tersebut, Luky Alfirman dikenal sebagai teknokrat yang memahami detail kebijakan fiskal hingga ke level strategis.

Profil Luky Alfirman juga menunjukkan bahwa ia bukan sekadar birokrat, melainkan ekonom yang aktif dalam perumusan kebijakan makro dan APBN.

Perjalanan Karier Luky Alfirman di Kemenkeu

Perjalanan karier Luky Alfirman dimulai sejak 1 Maret 1995 di Kementerian Keuangan. Sejak saat itu, karier Luky Alfirman terus menanjak melalui berbagai posisi penting.

Beberapa jabatan strategis dalam karier Luky Alfirman antara lain:

  • Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan

  • Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana

  • Kepala Kantor Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama

  • Kepala Pusat Kebijakan APBN

  • Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro

  • Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara

Tak hanya itu, karier Luky Alfirman juga mencakup posisi elite di level nasional, seperti:

  • Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)

  • Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)

  • Direktur Jenderal Anggaran (posisi terakhir sebelum isu pencopotan)

Profil Luky Alfirman semakin kuat ketika ia dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan serta komisaris di Bank Mandiri.

Perjalanan karier Luky Alfirman ini menunjukkan konsistensi dalam mengelola kebijakan fiskal, baik dari sisi pembiayaan, transfer daerah, hingga perencanaan anggaran negara.

Gaya Kepemimpinan Luky Alfirman

Dalam berbagai kesempatan, Luky Alfirman mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinannya dipengaruhi oleh hobi bermain basket.

Bagi Luky Alfirman, prinsip kerja tim, strategi, dan kecepatan membaca situasi menjadi kunci dalam mengelola APBN yang kompleks.

Gaya ini membuat Luky Alfirman dikenal sebagai sosok yang:

  • Kolaboratif

  • Strategis

  • Berorientasi jangka panjang

Kekayaan Luky Alfirman Tembus Rp52 Miliar

Selain profil dan karier, kekayaan Luky Alfirman juga menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Februari 2025, total kekayaan Luky Alfirman mencapai:

  • Rp52.209.094.956 (Rp52,2 miliar)

Rincian kekayaan Luky Alfirman meliputi:

Tanah dan Bangunan (Rp11 miliar):

  • Jakarta Selatan dan Bandung

Alat Transportasi (Rp640 juta):

  • Honda Jazz (2012)

  • Honda Accord (2013)

  • Toyota Avanza (2023)

  • Honda City (2014)

Harta Bergerak Lainnya:

  • Rp203 juta

Surat Berharga:

  • Rp14,97 miliar

Kas dan Setara Kas:

  • Rp24,77 miliar

Harta Lainnya:

  • Rp612 juta

Komposisi kekayaan Luky Alfirman menunjukkan dominasi pada aset likuid dan surat berharga, mencerminkan profil sebagai pejabat dengan literasi finansial tinggi.

Luky Alfirman di Tengah Isu Pencopotan

Di tengah tekanan fiskal, beban subsidi, dan ketidakpastian penerimaan negara, nama Luky Alfirman disebut dalam isu evaluasi kinerja pejabat tinggi Kemenkeu.

Isu yang berkembang menyebut adanya perbedaan strategi atau “beda mazhab” dalam pengelolaan fiskal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski belum ada pernyataan resmi detail, dinamika ini menempatkan Luky Alfirman sebagai salah satu figur kunci dalam perdebatan arah kebijakan APBN 2026.

Dengan rekam jejak panjang, profil kuat, serta kekayaan yang transparan, Luky Alfirman tetap menjadi salah satu teknokrat penting dalam sejarah pengelolaan fiskal Indonesia—terlepas dari dinamika jabatan yang tengah terjadi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Sentil Lulusan Sekolah Tinggi yang Cuma Mau Jadi ASN: Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar

Dedi Mulyadi Sentil Lulusan Sekolah Tinggi yang Cuma Mau Jadi ASN: Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyoroti fenomena banyaknya kelompok lulusan berpendidikan tinggi yang justru mendominasi angka pengangguran terbuka. 
HASI 2026 Dorong Industri Sawit Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

HASI 2026 Dorong Industri Sawit Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 kembali berlangsung di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Cerita Tim KKI Sumut Borong 6 Emas di Seleknas 2026

Cerita Tim KKI Sumut Borong 6 Emas di Seleknas 2026

Baru-baru ini 6 atlet Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Sumatera Utara (Sumut) membanggakan Provinsi Sumut. Pasalnya enam (6) atlet KKI Sumut lolos seleksi
Resmi Dipecat! Chelsea Akhiri Masa Jabatan Liam Rosenior Usai Rentetan Kekalahan Memalukan

Resmi Dipecat! Chelsea Akhiri Masa Jabatan Liam Rosenior Usai Rentetan Kekalahan Memalukan

Chelsea resmi memecat pelatih Liam Rosenior setelah rentetan hasil buruk yang dialami klub asal London tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
PKS Konsisten Tolak UU Cipta Kerja, Desak Revisi UU Ketenagakerjaan Pro Buruh

PKS Konsisten Tolak UU Cipta Kerja, Desak Revisi UU Ketenagakerjaan Pro Buruh

Bidang Ketenagakerjaan (Bidnaker) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei dengan menggelar talkshow "Mayday dan
Buntut Aksi Anarkis yang Viral, Dua Sopir Angkot Perusak Kaca Mobil di Ciracas Diciduk Polisi

Buntut Aksi Anarkis yang Viral, Dua Sopir Angkot Perusak Kaca Mobil di Ciracas Diciduk Polisi

Aparat kepolisian meringkus dua orang sopir angkutan kota (angkot) trayek Depok–Kampung Rambutan yang diduga terlibat dalam perusakan sebuah mobil pribadi. 

Trending

Milan dan Inter Gigit Jari? Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Ini Justru Memendam Mimpi Gabung Liverpool Gara-gara Cody Gakpo

Milan dan Inter Gigit Jari? Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Ini Justru Memendam Mimpi Gabung Liverpool Gara-gara Cody Gakpo

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes jadi incaran AC Milan dan Inter, namun bek Sassuolo itu justru memendam mimpi gabung Liverpool, terinspirasi dari Cody Gakpo.
Presiden Minta Cepat, Dedi Mulyadi Siap Kawal Proyek PSEL Bogor-Bekasi Demi Hindari Tragedi Bantar Gebang

Presiden Minta Cepat, Dedi Mulyadi Siap Kawal Proyek PSEL Bogor-Bekasi Demi Hindari Tragedi Bantar Gebang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menandatangani kesepakatan strategis untuk mengubah sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bogor Raya, Selasa (21/4).
Resmi Dipecat! Chelsea Akhiri Masa Jabatan Liam Rosenior Usai Rentetan Kekalahan Memalukan

Resmi Dipecat! Chelsea Akhiri Masa Jabatan Liam Rosenior Usai Rentetan Kekalahan Memalukan

Chelsea resmi memecat pelatih Liam Rosenior setelah rentetan hasil buruk yang dialami klub asal London tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku skuadnya dalam kondisi menakutkan untuk lawan jelang menghadapi Persita Tangerang.
Dedi Mulyadi Sentil Lulusan Sekolah Tinggi yang Cuma Mau Jadi ASN: Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar

Dedi Mulyadi Sentil Lulusan Sekolah Tinggi yang Cuma Mau Jadi ASN: Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyoroti fenomena banyaknya kelompok lulusan berpendidikan tinggi yang justru mendominasi angka pengangguran terbuka. 
HASI 2026 Dorong Industri Sawit Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

HASI 2026 Dorong Industri Sawit Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 kembali berlangsung di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Targetkan 2.772 Kilometer, Jalur Kereta Api Kalimantan Mulai Direncanakan Secara Matang

Targetkan 2.772 Kilometer, Jalur Kereta Api Kalimantan Mulai Direncanakan Secara Matang

Pemerintah Indonesia tengah merancang proyek ambisius untuk membangun jaringan jalur kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan. 
Selengkapnya

Viral