News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

RS Muhammadiyah Medan Komentari Terkait Tudingan Dugaan Malpraktik Pasien: Keluarga Menandatangani Persetujuan Operasi

Publik soroti kasus dugaan malpraktik yang dialami pasien yang merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar, bernama Mimi Maisyarah (48), di RS Muhammadiyah Medan.
Jumat, 24 April 2026 - 00:35 WIB
Ironis, Diduga Malpraktik Kembali Terjadi, Rahim Pasien Diangkat Tanpa Biopsi di RS Muhammadiyah Medan
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini, sebagian publik soroti kasus dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien yang merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar, bernama Mimi Maisyarah (48), di RS Muhammadiyah Medan. Pasalnya, kasus dugaan itu mencuat hingga viral di media sosial, hingga membuat pihak RS Muhammadiyah angkat bicara terkait hal itu.

Menuikapi hal ini, Kepala Bagian Umum dan SDM RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan membantah tudingan malapraktik yang dilakukan dokter kepada pasien. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan kata dia, seluruh tindakan medis telah melalui proses edukasi, persetujuan, serta tahapan sesuai prosedur.

"Pasien pertama kali datang pada Januari 2026 dengan keluhan yang mengarah pada miom. Saat datang, pasien langsung menyampaikan bahwa penyakitnya miom sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter," ucapnya kepada awak media, seperti dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Usai dokter melakukan pemeriksaan, ternyata pasien didiagnosa terkena miom dengan tingkat tertentu yang memerlukan tindakan operasi, termasuk kemungkinan pengangkatan rahim.

"Pada kunjungan awal tersebut, pasien dan keluarga belum bersedia menjalani operasi dan memilih pulang untuk berdiskusi lebih lanjut. Sekitar satu bulan kemudian, pasien kembali dengan keluhan yang semakin memburuk," jelasnya.

Setelah pemeriksaan ulang dan penjelasan kembali dari tim medis, pasien dan keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi. 

Persetujuan tindakan medis ditandatangani oleh pihak keluarga setelah melalui proses pertimbangan.

"Operasi kemudian dijadwalkan dan dipersiapkan pada Februari. Tindakan ini bukan seketika. Dari awal sudah dijelaskan, namun sempat ditolak. Setelah satu bulan, barulah keluarga menyetujui dan menandatangani persetujuan operasi" bebernya.

Menurut Ibrahim, informasi mengenai pasien terkena miom, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap pengangkatan rahim, telah disampaikan sejak awal. 

Secara medis terdapat berbagai kondisi miom, mulai dari yang berdiri sendiri hingga yang telah memengaruhi dinding rahim.

"Dalam kondisi tertentu, hal tersebut memerlukan tindakan pengangkatan rahim. Kami sudah siapkan penanganan di UGD, tetapi keluarga menolak dilakukan tindakan medis, sehingga pasien dibawa pulang," ucapnya.

RSU Muhammadiyah Medan juga menyatakan telah membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk melalui pertemuan yang melibatkan kuasa hukum dan pihak kepolisian guna menjaga kondusivitas pelayanan.

"Yang utama bagi kami adalah memastikan kondisi pasien. Untuk somasi, tentu kami butuh waktu untuk memahami secara utuh sebelum memberikan jawaban," ucapnya.

Di samping itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Sumut, dr. Muhammad Emirsyah Harvian Harahap, memastikan telah menurunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pemeriksaan langsung.

"Tim Satgas Dinkes Sumut telah dikirimkan ke RSU Muhammadiyah Medan untuk dilakukan monitoring dan evaluasi pelayanan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terkait dugaan malapraktik tersebut," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu rumah tangga bernama Mimi Maisyarah (48) diduga jadi korban tersebut di RS Muhammadiyah, Kota Medan.

Kini, kondisi korban sedang kritis setelah menjalani operasi pengangkatan rahim di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan. 

Keluarga menduga adanya malpraktik lantaran pihak rumah sakit melakukan tindakan operasi tanpa prosedur biopsi terlebih dahulu, yang berujung pada diagnosa yang salah dan kondisi luka yang memburuk.

Pihak keluarga pun menceritakan kronologi dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa, (21/4/2026).

Keluarga juga menceritakan bahwa kejadian bermula saat korban, Mimi Maisyarah, didiagnosa mengidap miom melalui pemeriksaan USG di RS Muhammadiyah Medan. 

Pihak dokter menyarankan tindakan operasi segera tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium atau biopsi jaringan.

Namun, pascaoperasi, kondisi Mimi justru memburuk. Luka bekas operasi mengeluarkan bau tak sedap dan membusuk, sehingga keluarga memutuskan untuk merujuk pasien ke rumah sakit swasta lain.

"Di rumah sakit ini (RS Muhammadiyah) nggak ada biopsi. Kami hanya disuruh USG, langsung dibilang anemiom (miom) dan besoknya langsung operasi. Padahal kalau di RS lain (RS Haji), dilakukan biopsi dulu, diambil jaringannya ke lab. Di sanalah baru ketahuan kalau ternyata itu kanker stadium 3, bukan miom," ujarnya.

Tak hanya persoalan diagnosa awal, keluarga juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam prosedur bedah. 

Tim dokter di rumah sakit rujukan menemukan bahwa meskipun rahim telah diangkat, bagian mulut rahim justru ditinggalkan, yang diduga memperparah kondisi kesehatan pasien yang kini hanya bisa terbaring kritis.

"Dia mengangkat rahim, tapi ditinggalkannya mulut rahimnya. Kalau memang nggak bisa menyelesaikan atau nggak bisa ngerjain ini, harusnya rujuk aja ke tempat lain dari awal," ungkap Anggi Mauliza yang merupakan keponakan pasien saat ditemui di RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass Kecamatan Medan Denai, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga saat ini, kondisi Mimi Maisyarah masih sangat memprihatinkan dan belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. 

Pihak keluarga menyatakan akan terus menuntut pertanggungjawaban dan keadilan atas dugaan kelalaian medis ini. (aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.
Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan dalam unggahan di Threads, anak laki-laki yang tengah dicari-cari keberadaannya tersebut diketahui berusia 10 tahun

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral