News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Dalam kasus ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengacara Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) Abdul Haji Talaohu tak ingin bertele-tele. Ia langsung
Jumat, 24 April 2026 - 05:30 WIB
Jusuf Kalla Laporkan Rismon ke Bareskrim, Kuasa Hukum Jelaskan Duduk Perkaranya
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam kasus ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengacara Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK), Abdul Haji Talaohu tak ingin bertele-tele.

Ia langsung skak ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar terkait tudingan pendana kasus ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ia berpesan, agar Rismon mengungkap dengan gamblang siapa elite yang ia maksud telah mendanai kasus tersebut.

Selain itu, ia sampaikan, bahwa pihaknya juga sudah menyertakan barang bukti rekaman video pertemuan Rismon dengan Andi Azwan soal tudingan pendana kasus ijazah Jokowi itu. 

"Sebenarnya simple buat Bang Rismon, nanti ketika dipanggil di Bareskrim, tinggal beliau berikan keterangan saja," jelas Abdul Haji, dikutip dari kanal YouTube MetroTV, Kamis (23/4/2026).

"Karena di sana ada video yang kami berikan sebagai bukti juga, pertemuan dengan Bang Andi Azwan bahwa ada pendana, langsung strike aja siapa pendana itu, supaya clear dan closed," tegasnya.

Bahkan Abdul Haji mengaku dirinya tidak yakin dengan pembelaan Rismon yang menyebut bahwa video tudingan pendana kasus ijazah Jokowi itu merupakan olahan AI atau kecerdasan buatan (Akal Imitasi/Artificial Intelligence).

Ia pun meminta penyidik Bareskrim Polri untuk mengusut dan mengungkap video tudingan tersebut.

"Saya belum yakin [video itu olahan AI] karena di sana ada suara, ada peristiwa dan ada fakta di sana yang harus nanti diungkap [oleh penyidik dari pihak kepolisian]," ucap Abdul Haji.

Kemudian, Abdul Haji Talaohu mengungkap JK sudah mulai tenang dan akan terus mengikuti proses hukum yang sudah ada.

"Sebagai pelapor, beliau akan menunggu, karena sudah melapor ke Bareskrim, yang mengikuti proses hukum. Sebenarnya, Pak JK juga sudah cooling down," bebernya.

Untuk diketahui, Jusuf Kalla mendatangi langsung Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (8/4/2026) siang, dan resmi melaporkan Rismon Sianipar beserta beberapa akun YouTube dan narasumbernya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

Laporan itu diterima dengan nomor laporan LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri.

Adapun pihak-pihak terlapor adalah Rismon Sianipar, pemilik akun YouTube @Studiomusikrockcianjur, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun.

Laporan dilayangkan setelah muncul sebuah video di media sosial yang menampilkan wajah Rismon Sianipar dan mencantumkan tuduhan bahwa Jusuf Kalla mendanai bergulirnya isu tudingan ijazah palsu.

Selain itu, ada satu video lain yang ditemukan oleh pihak kuasa hukum JK yang memperlihatkan pertemuan antara Rismon Sianipar dan salah satu relawan Jokowi, Andi Azwan. 

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terdengar pernyataan yang menyinggung penyelesaian persoalan dengan menyebut soal “pendana”.

Video tersebut diklaim bukan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Bahkan, Andi Azwan disebut mengakui video itu merupakan curhatan dari Rismon Sianipar.

Dalam video, terdengar perkataan yang berbunyi: "Untuk menuntaskan atau menyelesaikan persoalan ini, selesaikan dulu pendananya."

Lebih lanjut, dalam salah satu bagian video yang dijadikan bukti terkait laporan JK ini, Rismon memperkenalkan diri dan menyatakan adanya “pejabat elit” di balik isu ijazah Jokowi.

Sementara itu, beberapa hari setelah JK melayangkan laporan, Rismon melalui kuasa hukumnya, Jahmada Girsang menepis soal tuduhan kliennya pernah menyebut nama JK sebagai pendana kasus ijazah Jokowi. 

Bahkan ia katakan, pernyataan itu dibuat oleh Artificial Intelligence (AI).

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK," jelas Jahmada Girsang.

Sementara, Jusuf Kalla menyatakan, tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi adalah penghinaan bagi dirinya sekaligus hal yang tidak etis dan tidak pantas untuk dia lakukan.

"Pertama juga ini tersebar luas dan bagi saya ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya," kata Jusuf Kalla di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

Apalagi, Jusuf Kalla sudah mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden pada periode 2014-2019.

"Pak Jokowi itu bekas presidennya, saya wakilnya ya, kita sama-sama di pemerintahan selama lima tahun. Masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," beber Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla juga menegaskan, tudingan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi sama sekali tidak benar.

"Yang itu penghinaan dan merugikan martabat saya bahwa saya [dituding] membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati Pak Jokowi dan saya sekali lagi tidak melakukan itu," jelas JK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, JK menyebutkan, bahwa dirinya memutuskan melapor ke polisi karena tudingan itu sudah menyebar dan mencoreng nama baiknya.

"Karena itu sudah menyebar atau apa pun, ya saya laporkan ke polisi karena nama baik saya," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Kian Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026 usai Singapura Tahan Imbang Vietnam

Timnas Indonesia Kian Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026 usai Singapura Tahan Imbang Vietnam

Timnas Indonesia sukses menundukkan Timor Leste dengan 3 gol. Sementara di pertandingan lainnya, Singapura berhasil menahan imbang tim kuat Vietnam tanpa gol.
Kepala BSKDN Ajak Bantul Bangun Ekosistem Inovasi dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Kepala BSKDN Ajak Bantul Bangun Ekosistem Inovasi dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Kepala BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Bikin Konten Gagah-gagahan Acungkan Celurit Lalu Diposting di Medsos, Siswa Sekolah Rakyat di Sleman Ditangkap Polisi

Bikin Konten Gagah-gagahan Acungkan Celurit Lalu Diposting di Medsos, Siswa Sekolah Rakyat di Sleman Ditangkap Polisi

Seorang siswa sekolah rakyat di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta diamankan oleh aparat kepolisian setelah membuat konten video dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit lalu mengunggahnya di media sosial pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Daftar Legenda Sepak Bola yang Nomor Punggungnya Diabadikan Klub, Terakhir Masih Gagah

Daftar Legenda Sepak Bola yang Nomor Punggungnya Diabadikan Klub, Terakhir Masih Gagah

Klub Sepak Bola Italia AC Milan resmi memensiunkan nomor punggung 6 milik Franco Baresi yang telah meninggal dunia di usia 66 tahun.
Cerita Ezra Walian Jelang Hadapi Aston Villa, Kenal Keluarga Ian Maatsen hingga Reuni dengan Tammy Abraham

Cerita Ezra Walian Jelang Hadapi Aston Villa, Kenal Keluarga Ian Maatsen hingga Reuni dengan Tammy Abraham

Penyerang Persik Kediri, Ezra Walian, mengungkapkan bahwa laga Indonesia All Stars vs Aston Villa akan jadi pertandingan yang memiliki makna tersendiri baginya.
BGN Bantah MBG Ganggu Anggaran Pendidikan hingga Jadi Penyebab Gaji Guru Honorer Kecil

BGN Bantah MBG Ganggu Anggaran Pendidikan hingga Jadi Penyebab Gaji Guru Honorer Kecil

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengganggu pos anggaran pendidikan.

Trending

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Polemik dugaan tidak transparannya pengelolaan dana hasil penjualan tanah eks juru kunci kembali mencuat di Dusun Tanjangrono, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 
Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Dalam video penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang wanita belia berusia 19 tahun di dalam kamar diduga milik Kalapas Waingapu yang mengaku Adik Angkat
Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Keberhasilan Timnas Indonesia membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari terus menyita perhatian ... -
Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 1 Agustus 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Pada 1 Agustus 2026, pergerakan astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa yang bercuan deras di awal bulan?
Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. 
Selengkapnya

Viral