Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron
- Antara
Indramayu, tvOnenews.com - Mencuat kabar terkait detik-detik polisi bekuk satu orang pelaku pencabulan belasan pelajar di Indramayu. Namun, satu orang lagi menjadi buron.
Kapolres Indramayu, AKBP M Fajar Gemilang melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar jelaskan, bahwa setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban terkait dugaan pelecehan berhasil menangkap seorang terduga pelaku.
Karena, kata dia, sebelumnya dari keterangan laporan itu disebutkan bahwa dugaan pelecehan pelajar ini dilakukan oleh dua orang guru.
"Dari laporan ini kami bergerak cepat satu orang telah kami diringkus. Sedangkan satu pelaku lainnya kabur setelah kasusnya viral," ucapnya.
Arwin memastikan, terduga pelaku saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran polisi.
"Saat ini pelakunya sedang kita lakukan pengejaran,” jelas Arwin.
Untuk diketahui, insiden ini mendapat atensi dari Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Edi Fauzi.
Edi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan langsung dari salah satu keluarga korban dan mendesak pelakunya agar segera ditangkap.
"Terduga pelakunya ini oknum guru yang juga sebagai pelatih ekstrakurikuler bela diri. Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di berbagai kesempatan dan lokasi yang berbeda,” jelasnya.
Kasus ini juga telah dilaporkan orang tua korban ke pihak kepolisian. Dari hasil koordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Indramayu, diketahui dari dua terduga pelaku, salah satunya telah tertangkap dan satu pelaku lagi kabur melarikan diri.
Ia berharap, pelaku yang buron segera ditangkap untuk diproses hukum agar tidak ada korban anak-anak selanjutnya. Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Edi juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indramayu untuk ikut turun tangan. Mengingat kondisi para korban yang saat ini mengalami trauma dan membutuhkan pemulihan psikologis.
DP2KBP3A juga diminta untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya diberitakan, 19 siswa dan 3 siswi SMP dicabuli dua guru ekstrakurikuler di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Load more