News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soroti Sistem Partai, KPK Nilai Kaderisasi Rawan Penyimpangan: Belum Ada Lembaga Pengawas

KPK mengusulkan perlu dibentuknya lembaga khusus untuk mengawasi proses kaderisasi di partai politik. Sebab, potensi korupsi dinilai juga rawan terjadi sejak proses pengkaderan.
Sabtu, 25 April 2026 - 19:25 WIB
Jubir KPK, Budi Prasetyo
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai perlunya dibentuk lembaga khusus yang mengawasi proses kaderisasi di partai politik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan hal itu berdasarkan temuan lembaga antirasuah dalam kajian pencegahan korupsi pada tata kelola partai politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Belum tersedianya lembaga pengawas khusus dalam proses kaderisasi, pendidikan politik, serta pengelolaan keuangan partai, memperbesar risiko penyimpangan," ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Sabtu.

Ia menambahkan, ketiadaan standar pelaporan keuangan partai juga menyebabkan lemahnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana.

KPK menilai potensi korupsi tidak hanya muncul saat seseorang menjabat sebagai pejabat publik atau kepala daerah, tetapi sudah bisa terjadi sejak awal bergabung dengan partai politik.

"KPK memandang potensi korupsi tidak hanya terjadi ketika seseorang menduduki jabatan publik, tetapi kerap berakar sejak proses politik seperti sistem kaderisasi yang penuche transaksional dan minim akuntabilitas," ujar Budi.

Sebelumnya, melalui Direktorat Monitoring, KPK pada 2025 telah melakukan kajian terkait pencegahan korupsi dalam tata kelola partai politik.

Dari hasil kajian tersebut, KPK mengajukan sejumlah rekomendasi untuk memperbaiki sistem dan menekan potensi korupsi di internal partai.

Temuan KPK menunjukkan proses kaderisasi belum berjalan optimal dan membuka peluang adanya biaya masuk bagi individu yang ingin menjadi kader hingga diusung dalam pemilu.

Karena itu, KPK mengusulkan pembenahan sistem kaderisasi guna menekan biaya politik sekaligus mencegah praktik pengembalian modal politik oleh kader baru.

Untuk mendukung sistem kaderisasi yang lebih tertata, KPK mengusulkan pembagian jenjang keanggotaan partai menjadi anggota muda, madya, dan utama.

Selain itu, KPK merekomendasikan agar calon anggota DPR berasal dari kader utama partai, sementara calon anggota DPRD provinsi berasal dari kader madya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun untuk calon presiden dan wakil presiden serta calon kepala daerah dan wakilnya, diusulkan berasal dari kader partai yang telah memenuhi masa keanggotaan tertentu.

Sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, KPK juga mengusulkan pembatasan masa jabatan ketua umum partai maksimal dua periode kepengurusan. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum hingga Tempat Wisata pada 27-28 Juni 2026

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum hingga Tempat Wisata pada 27-28 Juni 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggratiskan transportasi umum hingga tempat wisata pada 27-28 Juni 2026 mendatang. 
Simak Harga BBM di Negara Tetangga, Lebih Murah atau Mahal dari Indonesia?

Simak Harga BBM di Negara Tetangga, Lebih Murah atau Mahal dari Indonesia?

Kabar mengejutkan untuk masyarakat indonesia, kalau per hari ini (10/6) harga BBM naik untuk Pertamax dan Pertamax Green.
Timnas Voli Putri Indonesia Bantai Hong Kong, Pemain Muda Curi Perhatian di AVC Cup Women's 2026

Timnas Voli Putri Indonesia Bantai Hong Kong, Pemain Muda Curi Perhatian di AVC Cup Women's 2026

Pemain muda Garuda Pertiwi mencuri perhatian saat Timnas Voli Putri Indonesia berhasil meraih kemenangan telak dari Hong Kong di AVC Cup Women's 2026.
Prabowo Terbang ke Lampung, Resmikan RSUD Muhammad Thohir Krui dan Buka Munas HIPMI

Prabowo Terbang ke Lampung, Resmikan RSUD Muhammad Thohir Krui dan Buka Munas HIPMI

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung pada Rabu (10/6/2026).
Lansia Kesulitan Naik Tangga Imbas Lift JPO Lenteng Agung Tak Berfungsi, Pramono: Kabel Dipotong Orang Tak Bertanggung Jawab

Lansia Kesulitan Naik Tangga Imbas Lift JPO Lenteng Agung Tak Berfungsi, Pramono: Kabel Dipotong Orang Tak Bertanggung Jawab

Sejumlah lansia mengaku kesulitan naik tangga imbas fasilitas lift di JPO Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak berfungsi.
Curhatan Ruben Onsu: Kita Bukan Malaikat, Tapi Juga Bukan Iblis

Curhatan Ruben Onsu: Kita Bukan Malaikat, Tapi Juga Bukan Iblis

Ruben Onsu unggah kutipan tanpa caption di tengah polemik dengan Sarwendah. Pesannya singkat tapi dalam, kita manusia, tempatnya salah tapi bisa berbenah.

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief angkat bicara mengenai kliennya yang akan membuka 20 nama petinggi, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Vietnam Tersingkir dari Piala AFF U-19 usai Kamboja Tahan Imbang Australia

Vietnam Tersingkir dari Piala AFF U-19 usai Kamboja Tahan Imbang Australia

Sepanjang babak penyisihan Grup A, Vietnam mencatatkan hasil impresif dengan dua kemenangan atas Timor Leste dan Myanmar sampai akhirnya dikalahkan oleh Timnas Indonesia U-19 di laga pamungkas Piala AFF U-19. 
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Selengkapnya

Viral