Farhan dan Dedi Mulyadi Percepat Benahi Kebersihan dan Infrastruktur Bandung: Minggu Ini Targetnya 181 Titik
- Istimewa
Jabar, tvOnenews.com - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan jelaskan, bahwa pembenahan kota terus berjalan, khususnya pada sektor kebersihan dan infrastruktur. Salah satunya berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Farhan akui, sinergi Pemkot Bandung dengan Pemprov Jabar untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Seperti pada aspek operasional kebersihan dan membuka peluang dukungan tambahan untuk mempercepat penanganan.
Selain itu, ia mengaku bersyukur atas dukungan tersebut. Bahkan, ia menyebut komunikasi awal dengan Dedi Mulyadi telah membuka peluang kolaborasi konkret, termasuk penambahan personel kebersihan dari Pemprov Jabar.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan,” beber Farhan, Sabtu (25/4/2026).
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar berkomitmen menangani penyapuan di seluruh jalan provinsi di Kota Bandung.
Farhan juga menginstruksikan jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk turun langsung setiap Minggu pagi guna memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan.
“Sejak 19 April, setiap Minggu pukul 04.00–07.00 kami turun ke lapangan untuk mengetahui langsung titik mana yang harus diselesaikan. Minggu lalu kami mencoba di 46 titik, namun saya belum puas. Minggu ini kami targetkan 181 titik,” katanya.
Upaya tersebut diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel pasukan sapu dari Pemprov Jawa Barat yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan kebersihan di lapangan.
“Sore ini saya akan rapat koordinasi. Semua harus berjalan. Dengan tambahan 130 personel dari pemerintah provinsi, penanganan diharapkan lebih efektif,” katanya.
Selain itu, Farhan menegaskan pembenahan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap.
Prioritas awal difokuskan pada perbaikan jalan, dilanjutkan dengan trotoar, serta penataan galian utilitas agar lebih aman.
“Perbaikan dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kelancaran kendaraan bermotor, tetapi juga dari keamanan dan kenyamanan pejalan kaki serta pesepeda.
“Kalau pejalan kaki dan pesepeda sudah aman, itu pencapaian tertinggi,” ujarnya.
Terkait hubungan dengan Gubernur, Farhan memastikan koordinasi berjalan baik. Ia menilai perbedaan gaya komunikasi bukan menjadi hambatan selama kerja sama tetap terjalin.
Load more