Kebutuhan Susu 75% Masih Impor, Wamentan Ajak Investor Garap Peternakan Wonosobo
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pertanian mendorong investasi di subsektor peternakan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk menjadi sentra baru sapi perah dan pedaging nasional.
"Peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging," kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026), saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kontes Sapi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Piala Ketua MPR RI di Wonosobo.
Oleh karena itu, pihaknya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika seseorang memelihara sapi perah, maka susu dan dagingnya pasti laku.
Menurut dia, kebutuhan susu nasional terus meningkat dan hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini sudah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik," katanya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.
"Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25 persen, ada 75 persen pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri," katanya.
Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin meningkatkan kebutuhan susu nasional, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan menjadi pusat produksi susu segar.
"Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi," katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, menyampaikan, produksi daging di Jawa Tengah sudah mendekati 980 ribu ton dan cukup untuk menopang kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan tersendiri.
“Yang tidak cukup adalah susu,” katanya.
Karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit.
Pemerintah optimistis investasi peternakan akan semakin berkembang, memperkuat kesejahteraan peternak, sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu nasional jika ada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha. (ant/aag)
Load more