News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru

Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam kasus penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta yang juga viral di media sosial.
Minggu, 26 April 2026 - 04:54 WIB
Penganiayaan massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/dewiinaw | Threads/tittaa555

tvOnenews.com - Media sosial digemparkan dengan narasi dan visual penggerebekan sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Umbulharjo, Yogyakarta, yang diduga kuat menjadi lokasi penganiayaan massal.

Foto-foto dan potongan video yang tersebar luas memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati, dimana puluhan anak balita ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Bahkan tak sedikit juga yang hanya mengenakan popok, tanpa pakaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam kasus penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha.

 

1. Tangan dan kaki anaknya diikat, orangtua korban: Saya menangis

Khoirunisa orang tua korban kekejaman pengasuh daycare Little Aresha di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Khoirunisa orang tua korban kekejaman pengasuh daycare Little Aresha di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Sumber :
  • Sri Cahyani Putri/tvOne

Hal yang paling memilukan dari kasus ini adalah tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh pengurus daycare kepada anak-anak yang dititipkan oleh orangtua mereka.

Norman Widarto yang merupakan seorag ASN di Pemda DIY menjelaskan kondisi anaknya yang terdapat luka di punggung atau bibir, kondisi tangan dan kakinya yang terikat, hingga tidak dipakaikan baju.

"Selama ini kalau ada luka di punggung atau bibir, pihak daycare selalu berdalih luka itu sudah ada dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya, tubuhnya bersih tanpa bekas."

"Ternyata setelah melihat video, anak-anak di bawah tiga tahun itu diikat kaki dan tangannya, bahkan hanya dipakaikan popok tanpa baju," ungkap Norman, seperti dilansir tvOnenews.com dari laporan resmi Humas Pemda DIY via portal resmi mereka pada Minggu (26/4/2026).

Norman juga menyebut bahwa anaknya sering jatuh sakit hingga mengidap gangguan paru-paru. Bahkan, pola penyakit yang sama juga dialami oleh beberapa anak lain yang dititipkan di daycare tersebut.

 

Kepedihan mendalam juga dirasakan oleh Khairunnisa yang baru menitipkan anaknya kurang dari sebulan. Namun, sudah harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekejaman yang dialami anaknya.

"Anak saya tidak diberi baju dan tangannya bukan dibedong, tapi diikat kencang. Di salah satu video yang tersebar, saya yakin itu anak saya. Saya menangis melihatnya," ujar Khairunnisa.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak daycare juga hanya memberikan akses CCTV di area luar saja, sedangkan area pengasuhan tertutup dari pantauan orangtua.

 

2. Ada 53 anak yang alami kekerasan fisik dan verbal

Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/tittaa555

Masih dari laporan yang dipublikasikan oleh Humas Pemda DIY, pihak Polresta Yogyakarta mengungkap fakta mengerikan terkait operasional daycare Little Aresha. Dari total 103 anak yang pernah dititipkan di sana, sebanyak 53 anak terverifikasi telah menjadi korban kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

Skandal ini terbongkar berkat keberanian seorang mantan karyawan yang tak sanggup lagi melihat penderitaan para bayi di sana.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, memaparkan bahwa para korban berada pada rentang usia yang sangat rapuh, yakni mulai dari bayi baru lahir (0–3 bulan) hingga balita di bawah 2 tahun.

Mirisnya, tindakan keji ini diduga telah berlangsung selama setahun lebih, merujuk pada masa kerja para pengasuh.

Selain kekerasan fisik, polisi menyoroti kondisi fasilitas yang jauh dari kata layak. Pasalnya, terdapat tiga kamar sempit berukuran 3x3 meter yang masing-masing dipaksakan untuk menampung 20 anak sekaligus.

“Jadi ada tiga kamar ukuran sekitar 3x3 meter persegi, tetapi diisi 20 anak untuk satu kamar. Ini sudah mengarah pada tindakan diskriminatif."

"Anak-anak ditelantarkan begitu saja, ada yang diikat kakinya, tangannya, bahkan ada yang muntah namun dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan,” ujar Kompol Rizky Adrian, dilansir dari laman resmi Pemda DIY.

 

3. Kondisi luka anak-anak yang jadi korban

Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/@riskynaaku via X/@bilbiils_

Masih dilansir dari laporan yang sama, dampak dari penganiayaan tersebut terlihat jelas pada kondisi fisik para korban yang masih anak-anak.

Tim medis menemukan berbagai bekas luka mulai dari kulit yang melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di area punggung dan bibir.

Lebih memprihatinkan lagi, mayoritas anak yang dititipkan di tempat tersebut terkonfirmasi mengidap pneumonia atau infeksi paru-paru, yang diduga kuat akibat kondisi lingkungan penampungan yang buruk dan tidak higienis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang terlibat dan telah mengamankan 30 orang secara bertahap, mulai dari yang bertugas sebagai pengasuh hingga para pejabat di yayasan daycare tersebut. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Main Selama 13 Menit, Ole Romeny Gagal Hindarkan Oxford United dari Degradasi ke League One

Main Selama 13 Menit, Ole Romeny Gagal Hindarkan Oxford United dari Degradasi ke League One

Punya waktu 13 menit untuk buktikan kemampuannya di atas lapangan, namun Ole Romeny justru gagal bawa Oxford United hindari jurang degradasi ke League One.
Trump: Satu Orang Ditangkap Usai Terjadi Penembakan di Jamuan Makan Malam White House Correspondents

Trump: Satu Orang Ditangkap Usai Terjadi Penembakan di Jamuan Makan Malam White House Correspondents

Presiden AS Donald Trump mengatakan satu orang ditangkap usai terjadi penembakan di acara jamuan makan malam White House Correspondents’ di Washington pada Sabtu (25/4/2026).
Fenomena WNA Ucap Dua Kalimat Syahadat Tinggi di Karawang, MUI Beberkan Alasan Mereka Jadi Mualaf

Fenomena WNA Ucap Dua Kalimat Syahadat Tinggi di Karawang, MUI Beberkan Alasan Mereka Jadi Mualaf

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, mengungkap permohonan bimbingan untuk berikrar dua kalimat syahadat cukup tinggi dalam satu tahun terakhir.
Jadwal Piala Thomas dan Uber 2026, Minggu 26 April: PBSI Beri Kejutan, Ada Pasangan Baru Fajar/Joaquin di Big Match Lawan Thailand

Jadwal Piala Thomas dan Uber 2026, Minggu 26 April: PBSI Beri Kejutan, Ada Pasangan Baru Fajar/Joaquin di Big Match Lawan Thailand

Jadwal Piala Thomas dan Uber 2026 hari ini, di mana Fajar Alfian dan kawan-kawan akan menjalani laga sengit melawan Thailand. Sedangkan Putri KW dan kolega berpeluang menyapu bersih kemenangan.
Cerita Dhani Aditya Saputra Jemaah Haji Paling Muda Asal Bali, Mengaku Kaget Didaftarkan Sang Ibu Sejak SD

Cerita Dhani Aditya Saputra Jemaah Haji Paling Muda Asal Bali, Mengaku Kaget Didaftarkan Sang Ibu Sejak SD

Dhani Aditya Saputra tercatat sebagai salah satu jamaah calon haji paling muda dari Bali. Ia mengaku kaget karena saat SD dulu ternyata sudah didaftarkan haji.
Jakarta Bhayangkara Presisi Gagal Cetak Hattrick Gelar di Grand Final Proliga 2026, Reidel Toiran: LavAni Layak Juara

Jakarta Bhayangkara Presisi Gagal Cetak Hattrick Gelar di Grand Final Proliga 2026, Reidel Toiran: LavAni Layak Juara

Pelatih Jakarta Bhayangakara Presisi, Reidel Toiran mengakui bahwa LavAni memang layak menjadi juara, usai anak asuhnya gagal cetak hattrick gelar di Grand Final Proliga 2026.

Trending

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah harus mencoret dua pemain penting padahal belum melakukan Garuda Calling jelang lawan Oman di FIFA Matchday Juni.
Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Kehadiran Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung di arena pertandingan menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai Hillstate serius mempertimbangkan Megawati Hangestri 
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA membuka peluang empat pemain keturunan memperkuat Timnas Indonesia saat lawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026, mereka bisa jadi senjata baru skuad Garuda.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Alasan Resmi Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea, Siap Kejar Gelar Juara di Musim 2026-2027

Alasan Resmi Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea, Siap Kejar Gelar Juara di Musim 2026-2027

Kabar gembira bagi seluruh pecinta voli Indonesia. Bintang voli kebanggaan tanah air, Megawati Hangestri Pertiwi, akhirnya memberikan kepastian mengenai masa ..
Selengkapnya

Viral