3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru
- Threads/dewiinaw | Threads/tittaa555
tvOnenews.com - Media sosial digemparkan dengan narasi dan visual penggerebekan sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Umbulharjo, Yogyakarta, yang diduga kuat menjadi lokasi penganiayaan massal.
Foto-foto dan potongan video yang tersebar luas memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati, dimana puluhan anak balita ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Bahkan tak sedikit juga yang hanya mengenakan popok, tanpa pakaian.
Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam kasus penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha.
1. Tangan dan kaki anaknya diikat, orangtua korban: Saya menangis
- Sri Cahyani Putri/tvOne
Hal yang paling memilukan dari kasus ini adalah tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh pengurus daycare kepada anak-anak yang dititipkan oleh orangtua mereka.
Norman Widarto yang merupakan seorag ASN di Pemda DIY menjelaskan kondisi anaknya yang terdapat luka di punggung atau bibir, kondisi tangan dan kakinya yang terikat, hingga tidak dipakaikan baju.
"Selama ini kalau ada luka di punggung atau bibir, pihak daycare selalu berdalih luka itu sudah ada dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya, tubuhnya bersih tanpa bekas."
"Ternyata setelah melihat video, anak-anak di bawah tiga tahun itu diikat kaki dan tangannya, bahkan hanya dipakaikan popok tanpa baju," ungkap Norman, seperti dilansir tvOnenews.com dari laporan resmi Humas Pemda DIY via portal resmi mereka pada Minggu (26/4/2026).
Norman juga menyebut bahwa anaknya sering jatuh sakit hingga mengidap gangguan paru-paru. Bahkan, pola penyakit yang sama juga dialami oleh beberapa anak lain yang dititipkan di daycare tersebut.
Kepedihan mendalam juga dirasakan oleh Khairunnisa yang baru menitipkan anaknya kurang dari sebulan. Namun, sudah harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekejaman yang dialami anaknya.
"Anak saya tidak diberi baju dan tangannya bukan dibedong, tapi diikat kencang. Di salah satu video yang tersebar, saya yakin itu anak saya. Saya menangis melihatnya," ujar Khairunnisa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak daycare juga hanya memberikan akses CCTV di area luar saja, sedangkan area pengasuhan tertutup dari pantauan orangtua.
2. Ada 53 anak yang alami kekerasan fisik dan verbal
- Threads/tittaa555
Masih dari laporan yang dipublikasikan oleh Humas Pemda DIY, pihak Polresta Yogyakarta mengungkap fakta mengerikan terkait operasional daycare Little Aresha. Dari total 103 anak yang pernah dititipkan di sana, sebanyak 53 anak terverifikasi telah menjadi korban kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Skandal ini terbongkar berkat keberanian seorang mantan karyawan yang tak sanggup lagi melihat penderitaan para bayi di sana.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, memaparkan bahwa para korban berada pada rentang usia yang sangat rapuh, yakni mulai dari bayi baru lahir (0–3 bulan) hingga balita di bawah 2 tahun.
Mirisnya, tindakan keji ini diduga telah berlangsung selama setahun lebih, merujuk pada masa kerja para pengasuh.
Selain kekerasan fisik, polisi menyoroti kondisi fasilitas yang jauh dari kata layak. Pasalnya, terdapat tiga kamar sempit berukuran 3x3 meter yang masing-masing dipaksakan untuk menampung 20 anak sekaligus.
“Jadi ada tiga kamar ukuran sekitar 3x3 meter persegi, tetapi diisi 20 anak untuk satu kamar. Ini sudah mengarah pada tindakan diskriminatif."
"Anak-anak ditelantarkan begitu saja, ada yang diikat kakinya, tangannya, bahkan ada yang muntah namun dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan,” ujar Kompol Rizky Adrian, dilansir dari laman resmi Pemda DIY.
3. Kondisi luka anak-anak yang jadi korban
- Threads/@riskynaaku via X/@bilbiils_
Masih dilansir dari laporan yang sama, dampak dari penganiayaan tersebut terlihat jelas pada kondisi fisik para korban yang masih anak-anak.
Tim medis menemukan berbagai bekas luka mulai dari kulit yang melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di area punggung dan bibir.
Lebih memprihatinkan lagi, mayoritas anak yang dititipkan di tempat tersebut terkonfirmasi mengidap pneumonia atau infeksi paru-paru, yang diduga kuat akibat kondisi lingkungan penampungan yang buruk dan tidak higienis.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang terlibat dan telah mengamankan 30 orang secara bertahap, mulai dari yang bertugas sebagai pengasuh hingga para pejabat di yayasan daycare tersebut. (ism)
Load more