News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Baru Terkuak, Bos Little Aresha Diyah Kusumastuti Ternyata Pernah Tersandung Kasus Korupsi

Kasus Little Aresha Yogyakarta menyeret Diyah Kusumastuti sebagai tersangka. Dugaan kekerasan anak hingga jejak lama kini jadi sorotan publik.
Senin, 27 April 2026 - 14:48 WIB
Garis polisi masih terpasang di Daycare Little Aresha kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Sumber :
  • Tim TvOne - Sri Cahyani Putri

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Little Aresha Yogyakarta terus menjadi sorotan tajam publik. Di balik operasional daycare yang sempat dipromosikan sebagai layanan premium itu, nama Diyah Kusumastuti kini berada di pusat perhatian setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Penggerebekan yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026, membuka fakta mengejutkan terkait praktik di Little Aresha. Tidak hanya dugaan kekerasan terhadap anak, tetapi juga indikasi penelantaran sistematis dalam pengelolaan daycare tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan Kekerasan Sistematis di Little Aresha

Kasus Little Aresha mencuat setelah adanya laporan dari mantan pengasuh yang memilih untuk tidak lagi bungkam. Ia mengungkap adanya perlakuan tidak layak terhadap bayi dan balita, termasuk dugaan pengikatan tangan dan kaki anak demi memudahkan pengawasan.

Temuan tersebut diperkuat saat aparat melakukan penggerebekan di lokasi daycare yang berada di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta. Polisi menduga kuat bahwa praktik di Little Aresha telah melanggar ketentuan perlindungan anak.

Kasat Reskrim menyebutkan bahwa pihaknya menemukan indikasi anak-anak ditempatkan dalam kondisi tidak layak, termasuk dugaan penelantaran dan perlakuan diskriminatif.

Tak hanya itu, dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa Little Aresha juga tidak mengantongi izin operasional resmi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengelolaan daycare dilakukan tanpa standar yang sesuai regulasi.

Dugaan Eksploitasi dan Kondisi Tidak Manusiawi

Dalam pengungkapan kasus Little Aresha, aparat menemukan fakta terkait jumlah anak yang tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia. Diduga puluhan anak ditempatkan dalam ruang sempit dengan kondisi yang jauh dari standar kelayakan.

Beberapa laporan menyebutkan anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan memadai, bahkan ada dugaan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya sebagai anak usia dini.

Penyidik juga menyoroti adanya indikasi eksploitasi, di mana operasional Little Aresha diduga lebih berorientasi pada keuntungan dibandingkan keselamatan dan kesejahteraan anak.

Peran Diyah Kusumastuti Jadi Fokus Penyidikan

Dalam kasus Little Aresha, nama Diyah Kusumastuti disebut sebagai sosok sentral yang diduga memiliki peran dominan dalam operasional yayasan. Polisi menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami sejauh mana keterlibatan langsung Diyah dalam dugaan kekerasan dan penelantaran tersebut.

Selain Diyah, sebanyak 12 staf Little Aresha juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penyidik menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah peran pengambil kebijakan tertinggi dalam lembaga tersebut.

Barang bukti elektronik, termasuk data operasional dan komunikasi internal, telah diamankan untuk memperkuat proses penyidikan.

Jejak Lama Diyah Kusumastuti Ramai Dibahas Warganet

Di tengah bergulirnya kasus Little Aresha, warganet turut menelusuri rekam jejak Diyah Kusumastuti di masa lalu. Dari penelusuran yang beredar di media sosial, Diyah disebut pernah tersangkut kasus hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2013 saat Diyah bekerja di sektor perbankan daerah. Ia diduga terlibat dalam praktik pengelolaan keuangan yang tidak sesuai prosedur.

Dugaan tersebut mencakup transaksi penarikan dana antarbank yang tidak mengikuti aturan internal serta dilakukan tanpa otorisasi resmi. Meski informasi ini ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak berwenang terkait status hukum kasus tersebut.

Struktur Yayasan Little Aresha Ikut Disorot

Seiring mencuatnya kasus ini, publik juga menyoroti struktur organisasi di balik Little Aresha. Yayasan yang menaungi daycare tersebut diketahui memiliki sejumlah posisi strategis, mulai dari pembina, penasihat, hingga tim operasional.

Namun, kepolisian masih mendalami peran masing-masing individu dalam struktur tersebut. Tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab dalam kasus ini.

Penanganan Korban dan Langkah Lanjutan

Kasus Little Aresha juga mendapat perhatian dari instansi perlindungan anak. DP3AP2 Kota Yogyakarta telah membuka posko pengaduan untuk menampung laporan dari orang tua korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendampingan psikologis dan hukum juga disiapkan bagi anak-anak yang terdampak. Langkah ini dinilai penting mengingat korban merupakan bayi dan balita yang rentan terhadap trauma.

Sementara itu, pihak kepolisian dijadwalkan akan memaparkan perkembangan terbaru kasus Little Aresha dalam konferensi pers lanjutan. Fokus utama penyidikan tetap pada pengungkapan peran masing-masing tersangka, termasuk dugaan keterlibatan langsung Diyah Kusumastuti. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

Siapa bos kartel narkoba terbesar sepanjang sejarah? Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, inilah daftar penguasa narkoba dunia yang membangun kerajaan kriminal bernilai miliaran
Masih Ingat Kasus 2 Ton Sabu yang Menggemparkan Indonesia? Ini Cara Jaringan Internasional Menjalankan Operasinya

Masih Ingat Kasus 2 Ton Sabu yang Menggemparkan Indonesia? Ini Cara Jaringan Internasional Menjalankan Operasinya

BNN RI bersama Polda Kepri, Bea Cukai, dan TNI AL menggagalkan penyelundupan 2 ton sabu di Kepulauan Riau. Ini menjadi pengungkapan narkoba terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Fenomena Galbay Pinjol Makin Marak, Benarkah Tak Bayar Utang Online Bisa Bebas dari Jerat Hukum?

Fenomena Galbay Pinjol Makin Marak, Benarkah Tak Bayar Utang Online Bisa Bebas dari Jerat Hukum?

Fenomena gagal bayar atau galbay pinjaman online ramai diperbincangkan di media sosial. Simak penyebab, dampak, risiko hukum, hingga fakta soal ancaman pidana bagi debitur pinjol
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.

Trending

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi diantaranya jenis Pertamax.
Ketum Kadin Sampaikan Aspirasi Dunia Usaha dalam RDPU RUU Kadin Bersama Baleg DPR RI

Ketum Kadin Sampaikan Aspirasi Dunia Usaha dalam RDPU RUU Kadin Bersama Baleg DPR RI

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakri bersama jajaran pengurus serta perwakilan asosiasi, dan himpunan menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kadin bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/06/2026).
7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

Siapa bos kartel narkoba terbesar sepanjang sejarah? Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, inilah daftar penguasa narkoba dunia yang membangun kerajaan kriminal bernilai miliaran
Selengkapnya

Viral