Pengakuan Tak Terduga Korban Selamat dari Peristiwa Kereta KA Argo Bromo Anggrek Tubruk KRL: Ada Orang Terjepit
- antara
Jakarta, tvOnenews.com- Salah satu korban selamat dari peristiwa kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek tubruk Commuter Line (KRL) memberikan kesaksian yang mengejutkan.
Kejadian nahas itu, terjadi pada Senin (27/4) di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Diketahui commuter line yang hendak masuk Stasiun langsung ditubruk dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam keterangannya, saksi bernama Munir menyebutkan ada kereta yang menabrak bagian belakang KRL yang ia naiki.
- YouTube/Trainspotter ID
Tanpa sadar, ia melihat bagian rangkaian atau gerbong belakang (area khusus wanita) ditubruk kereta sampai masuk ke dalam bagian.
Ia pun merasakan karena berada di gerbong keempat dari belakang. Munir melihat ada puluhan orang akan terjepit.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," katanya dikutip dari Antara, Selasa (28/4).
Bagian lokomotif atau kepala kereta dari KA Argo Bromo Anggrek itu sampai masuk ke area dalam gerbong KRL bagian belakang.
Efeknya, disebut ada beberapa orang yang terjepit, terlihat juga sejumlah orang yang tidak sadarkan diri akibat terjepit lokomotif yang masuk ke dalam bagian belakang gerbong CommuterLine.
- antara
"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," jelasnya.
Sehubungan dengan kejadian ini, Munir mengatakan juga kalau peristiwa ini terjadi karena dipicu adanya tabrakan KRL dengan taksi online, taksi Green SM.
KRL yang terjadi penabrakan tersebut berbeda jalur. CommuterLine (KRL) yang ia tumpangi berhenti di jalur 1, Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, CommuterLine melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya lagi.
Sehubungan dengan kejadian ini, menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi dilakukan secara maksimal.
Load more