News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Transportasi Soroti Sistem Persinyalan di Insiden KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Pengamat soroti sistem persinyalan dalam kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi. Daftar korban kecelakaan kereta terus jadi perhatian.
Selasa, 28 April 2026 - 16:57 WIB
Kondisi KRL yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026)
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com – Duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Di tengah proses penanganan korban dan pembaruan daftar korban kecelakaan kereta, sorotan kini mengarah pada aspek teknis yang diduga menjadi kunci penyebab insiden, yakni sistem persinyalan.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin malam, 27 April 2026, menyisakan trauma mendalam. Benturan keras bahkan membuat bagian depan KA Argo Bromo menembus gerbong wanita KRL, menyebabkan sejumlah penumpang terjepit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi di Stasiun Bekasi Timur malam itu berubah mencekam. Sejumlah penumpang yang selamat terlihat histeris, sementara lainnya mengalami syok akibat kejadian yang berlangsung cepat dan tak terduga.

Pengamat Soroti Sistem Persinyalan

Menanggapi insiden tersebut, pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian, Joni Martinus, menekankan pentingnya investigasi mendalam terhadap sistem persinyalan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ia menjelaskan bahwa sistem persinyalan di Indonesia menganut prinsip absolute block system, yang seharusnya mencegah dua kereta berada dalam satu jalur yang sama pada waktu bersamaan.

“Prinsip absolute block system persinyalan pada perkeretaapian Indonesia mewajibkan sinyal masuk berwarna merah selama ada kereta di petak blok depan. Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya, ini menjadi hal yang harus didalami dan menjadi perhatian KNKT,” ujar Joni, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan ini memperkuat urgensi evaluasi sistem, terutama karena kecelakaan tersebut berdampak besar dan menambah panjang daftar korban kecelakaan kereta Bekasi.

Kemungkinan Penyebab Kecelakaan

Joni mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menyebabkan tabrakan kereta dari belakang, yang kini menjadi fokus analisis dalam investigasi.

Beberapa kemungkinan tersebut antara lain:

  • Pelanggaran terhadap sinyal merah (signal passed at danger)

  • Kegagalan sistem sinyal yang menampilkan informasi keliru (wrong side failure)

  • Miskomunikasi terkait batas kecepatan saat melewati sinyal merah

  • Penyimpangan prosedur operasional

  • Gangguan teknis seperti kerusakan sistem pengereman

  • Faktor manusia, termasuk hilangnya konsentrasi masinis

Faktor-faktor ini dinilai harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan penyebab utama kecelakaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi di masa depan.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Kunci

Di tengah bertambahnya daftar korban kecelakaan kereta, evaluasi sistem perkeretaapian dinilai tidak bisa ditunda. Joni menekankan perlunya pembenahan dari berbagai aspek, baik teknis maupun sumber daya manusia.

“Evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh seperti pembenahan dan peningkatan pembinaan SDM, penerapan prosedur operasional yang ketat, serta memastikan kehandalan sarana dan prasarana,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi kereta api yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

KNKT Didorong Bertindak Cepat

Joni juga mendorong KNKT untuk segera melakukan investigasi secara komprehensif dan transparan. Hasil investigasi diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab kecelakaan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret untuk perbaikan sistem.

Desakan ini sejalan dengan harapan keluarga korban kecelakaan kereta Bekasi yang membutuhkan kejelasan atas insiden yang merenggut nyawa orang-orang terdekat mereka.

Daftar Korban Masih Jadi Perhatian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga saat ini, daftar korban kecelakaan kereta Bekasi Timur masih terus diperbarui. Proses identifikasi dan penanganan korban menjadi prioritas utama, di tengah upaya investigasi yang berjalan.

Bagi keluarga korban, setiap perkembangan informasi menjadi sangat berarti. Tidak hanya soal jumlah korban, tetapi juga kepastian penyebab kejadian yang diharapkan dapat memberikan keadilan dan mencegah tragedi serupa terulang. (aha/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.
Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral