Dedi Mulyadi Segera Evaluasi Jalur Kereta usai Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan segera mengevaluasi secara menyeluruh. Setelah peristiwa KA Argo Bromo Anggrek menabrak Commuter Line (KRL) memakan banyak korban.
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Dedi Mulyani yang akrab disapa KDM ini menilai, adanya minim fasilitas di jalur-jalur kereta api, seperti palang pintu otomatis.
Hal ini ia sampaikan, setelah Kang Dedi Mulyadi mengunjungi seluruh keluarga dari korban kecelakaan kereta tersebut.
Salah satunya, Dedi Mulyadi 'Bapa Aing' itu melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela, korban kecelakaan KRL Commuter Line asal Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Dia pun menegaskan atas peristiwa kemarin, harus segera dievaluasi dan ditangani bersama. Ia juga melihat adanya jalur tidak resmi.
"Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama," ucapnya.
"Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta api yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi," pesan KDM di Cikarang, Selasa, dikutip dari Antara, Rabu (29/4).
Lebih lanjut, Dedi juga mengatakan kalau seluruh pihak akan bertanggung jawab atas kejadian ini, seperti Pemprov Jawa Barat ikut memberikan santunan.
Menurut KDM, jalur kereta api yang tidak ada penjaga pintu otomatis akan membahayakan masyarakat. Terlebih yang memang aktivitas di sekeliling lintasan.
Kemudian dia juga, berharap untuk seluruh tahapan investigasi dapat dilakukan dengan optimal serta menyeluruh.
- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Tujuannya untuk mengevaluasi menjadi lebih baik kedepannya, terhadap layanan transportasi massal.
"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," tegasnya.
"Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini, membebaskan problem kecelakaan, termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi, tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," ungkap Dedi.
Load more