Datang dan Peluk Ayah Korban dari Kecelakaan Kereta, Gubernur Dedi Mulyadi sampaikan Pesan Mendalam dan Doa
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram dedi mulyadi
Sempat Hilang Kontak saat Kejadian
Siapa sangka, di waktu kejadian maut tersebut, almarhum Ainia sempat hilang kontak. Keluarga bingung karena sang anak belum pulang ke rumah.
Kabar ini sampai diumumkan di media sosial, dan menjadi viral karena ia menghilang. Tidak lama keesokannya, hari Selasa mendapatkan kabar.
Jumlah Korban Kecelakaan Kereta
Sejauh ini, Polda Metro Jaya menyebutkan jumlah korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang.
"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari antara.
Sementara untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang. Sayangnya pihak polisi belum menyampaikan seperti kondisi atau apa yang para korban.
Disampaikan, sudah ada tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.(klw)
Load more