Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyikapi kehebohan penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Hal ini berkaitan dengan revitalisasi Gedung Sate-Lapangan Gasibu.
Dedi Mulyadi mendapatkan informasi terbaru lantaran terdapat spanduk pemberitahuan penutupan Jalan Diponegoro pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Dedi Mulyadi menilai pemasangan spanduk tersebut. Tujuannya untuk tidak mengganggu proses penataan hingga perluasan halaman Gedung Sate.
Namun KDM sapaan akrabnya menegaskan bahwa, hingga saat ini tidak ada penutupan Jalan Diponegoro per akhir April 2026.
"Warga Bandung yang saya cintai, Jalan Diponegoro tidak ada penutupan," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui Instagram pribadinya, Rabu (29/4/2026).
Apakah Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Kota Bandung Berlaku? Ini Kata Dedi Mulyadi
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi memaklumi pemasangan spanduk tersebut menimbulkan kehebohan. Jalan Diponegoro selalu menjadi pusat keramaian hingga aktivitas bagi warga Kota Bandung.
KDM memastikan spanduk pemberitahuan penutupan jalan tersebut tidak berlaku. Ia bahkan masih bertanya-tanya terkait pemasangan spanduk itu.
Spanduk tersebut sempat terpampang di Jalan Diponegoro. Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan, spanduk ini dipasang oleh kontraktor.
Akan tetapi, kata dia, dirinya merasa heran proses pemasangan belum mendapat persetujuan darinya. Artinya, spanduk tersebut dinilai tidak sah lantaran tanpa ada izin Gubernur Jabar.
"Selanjutnya pemasangan plang yang mengatakan ditutup sejak 30 April hingga 7 Agustus 2026, plang itu dinyatakan tidak berlaku karena tindakan pemasangan plang tanpa persetujuan gubernur. Demikian saya sampaikan untuk semuanya," ucapnya.
Gubernur Jabar ini memastikan masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasanya. Warga Bandung tetap lancar berjalan di kawasan Jalan Diponegoro.
Selain itu, Dedi Mulyadi mengajak warga Kota Bandung tetap menjaga kebersihan. Keindahan tata ruang akan memberikan kenyamanan dan kebanggaan.
"Semoga kita dalam setiap waktu bisa beraktivitas sebagaimana biasanya, bisa menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung yang merupakan kota kebanggaan kita semua," harap dia.
Harapan KDM untuk Proses Revitalisasi Gedung Sate
- Antara
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan harapan besarnya. Penataan halaman Gedung Sate diharapkan tidak mengalami hambatan apa pun dan prosesnya dapat tuntas dengan tepat waktu.
"Semoga penataan halaman Gedung Sate bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu," tegasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkap salah satu rencana besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Pihaknya akan memulai proyek revitalisasi plaza depan Gedung Sate.
Anggaran untuk menggarap proyek ini mencapai sekitar Rp15 miliar. Kata KDM, langkah ini menjadi upaya akses halaman pemerintah semakin tertata indah dan terbangun lebih baik.
Mantan anggota DPR RI ini menyinggung tentang Jalan Diponegoro. Revitalisasi ini dapat menghilangkan kemacetan di jalan pusat kota tersebut.
Ia mengatakan, jika ada aksi demonstrasi, pemerintah terpaksa menutup akses Jalan Diponegoro. Akibatnya menimbulkan situasi kemacetan.
Proyek revitalisasi ini tentu berdampak pada Jalan Diponegoro. Akhirnya proyek ini memicu gelombang penolakan yang kuat dari masyarakat.
Dedi Mulyadi langsung menanggapi petisi penolakan tersebut. Ia membantah jalan ini ditutup akibat penataan halaman Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.
"Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada pengalihan ruas dari yang membelah antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi melingkar," terangnya.
Ia menegaskan pengguna jalan hingga pengendara tetap mendapat kenyamanan. Pemprov Jabar selalu mengutamakan masyarakat untuk masih menggunakan jalan tersebut.
Ia menambahkan, pengubahan arus lalu lintas tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pengalihan terjadi setelah pembangunan untuk seluruh infrastruktur selesai.
"Selama jalannya belum dibangun tidak akan kita tutup. Nanti setelah dibangun nyaman, baru kita alihkan," pungkasnya.
(hap)
Load more