Forum IQRO PKS Bahas Krisis Energi Timur Tengah, Tawarkan 3 Skenario Transisi
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui forum IQRO PKS kembali menghadirkan diskusi strategis bertema “Perang di Timur Tengah: Dampak dan Solusi Hadapi Krisis Energi”. Dalam forum ini, Ketua Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim DPP PKS, Agus Ismail, menyoroti kondisi ketahanan energi nasional yang dinilai masih rentan.
Ismail menyebut ketahanan energi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena berada di fase yang ia sebut sebagai ilusi ketahanan energi. Angka produksi yang tinggi ternyata tidak berkorelasi signifikan terhadap angka konsumsi yang masih mengandalkan impor.
"Ini yang kami sebut sebagai ilusi ketahanan energi. Tingginya produksi energi tidak sejalan dengan konsumsi domestik. Faktanya sebagian besar yang dikonsumsi masyarakat adalah bahan bakar yang berasal dari impor,” katanya.
PKS menilai percepatan transisi energi menjadi keniscayaan. Berdasarkan model yang disusun, investasi transisi sebesar Rp3.750 triliun berpotensi mendorong Indonesia beralih dari net importir menjadi net eksportir energi pada 2035.
Sebagai solusi, PKS menawarkan tiga skenario utama, mulai dari subsidi tepat sasaran berbasis individu, optimalisasi elektrifikasi kendaraan, hingga transisi bertahap dari PLTU ke energi baru terbarukan dan nuklir.
“Oleh karena itu kami memberikan berbagai macam skenario agar proses transisi ini bisa berjalan dengan ideal,” pungkasnya.
Dalam IQRO edisi kedua ini, PKS menghadirkan Menteri ESDM 2014-2016 Sudirman Said dan Direktur Konservasi Energi di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi. (aag)
Load more