News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Miris Hardiknas, DPR Soroti 50% Siswa di Indonesia Belum Capai Kompetensi Minimum Literasi dan Numerasi

Menyinggung realita pendidikan RI di momen Hardiknas 2026, Komisi IX DPR RI soroti data tentang rata-rata lama sekolah nasional yang baru mencapai 8,85 tahun.
Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:58 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati
Sumber :
  • dpr.go.id

Jakarta, tvOnenews.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi menjadi refleksi atas berbagai tantangan di sektor pendidikan.

Sejumlah capaian dan komitmen pemerintah dalam pembenahan kebijakan dan reformasi Pendidikan memang perlu diapresiasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan di sektor Pendidikan.

Hal itu seperti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, yang menyebut Hardiknas perlu jadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyinggung data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 tentang rata-rata lama sekolah nasional baru mencapai 8,85 tahun.

Angka ini, menurut Kuniasih, masih di bawah target wajib belajar 12 tahun sehingga menjadi bukti bahwa akses dan keberlanjutan pendidikan masih menjadi tantangan, terutama bagi kelompok rentan dan wilayah tertentu.

Selain itu, hasil Asesmen Nasional 2025 menunjukkan sekitar 50% siswa Indonesia belum mencapai kompetensi minimum dalam literasi dan numerasi.

Kondisi ini adalah cermin bahwa persoalan kualitas pembelajaran di Republik ini yang belum sepenuhnya teratasi.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari tantangan nyata yang harus kita jawab bersama. Akses pendidikan harus ditingkatkan, tetapi kualitas pembelajaran juga harus menjadi fokus utama,” ujar Kurniasih dikutip dari Parlementaria, Sabtu (2/5/2026).

Ia menegaskan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas guru, penyempurnaan kurikulum yang adaptif, hingga pemerataan sarana dan prasarana. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat bergantung pada ekosistem yang mendukung.

Dalam hal ini, ia menekankan peran DPR, khususnya Komisi X, untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Fungsi pengawasan dan legislasi dinilai perlu diperkuat, terutama dalam mengawal penggunaan anggaran pendidikan yang mencapai 20% dari APBN.

“Anggaran pendidikan yang besar harus benar-benar berdampak. Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan mampu meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan,” tegas wakil rakyat dari Dapil Jakarta II ini.

Oleh sebab itu, DPR juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan pendidikan, termasuk sistem zonasi, perlindungan anak di lingkungan sekolah, serta kesejahteraan dan status guru, termasuk guru honorer.

Kurniasih menilai kebijakan yang baik harus diiringi implementasi yang konsisten di lapangan. Karenanya, pendekatan dialogis dengan melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas kebijakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan tidak hanya fokus pada capaian, tetapi juga berani melihat tantangan secara terbuka.

“Hardiknas harus menjadi ruang refleksi sekaligus titik tolak untuk perbaikan yang lebih nyata. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa, dan kita tidak boleh berkompromi terhadap kualitasnya,” tutupnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Hal itu terungkap saat Jaksa membacakan dakwaan untuk Yaqut terkait korupsi kuota haji 2023-2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat rekonstruksi dilakukan, ternyata teman pelaku mutilasi Depok sempat ketakutan karena mencium bau darah.
Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan tak berhenti dengan bangga menyebut nama Indonesia, dan berterima kasih kepada para pendukungnya di tanah air usai meraih kemenangan di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026).
30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral