Detail Kota Bakal Punya "Rasa" Sunda, Dedi Mulyadi Rombak Wajah Sumedang Jadi Kawasan Strategis
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kabupaten Sumedang kini diproyeksikan menjadi pusat penguatan budaya Sunda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menghidupkan kembali akar identitas serta nilai-nilai tradisi di tengah arus modernisasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa pembangunan Sumedang tidak boleh melepaskan aspek sejarah dan kebudayaannya yang sangat kental. Hal ini disampaikan KDM saat berkunjung ke Sumedang pada Minggu (3/5).
“Sumedang dan seluruh warganya yang memiliki semangat yang sangat mahal untuk sama-sama membangun daerahnya dengan memiliki dasar kebudayaan yang kuat. Pembangunan harus kembali menyatu dengan jati diri masyarakatnya,” ujar Dedi Mulyadi.
Dalam rencana penataan kawasan tersebut, Pemprov Jabar akan menyelaraskan wajah kota dengan karakter Sunda yang khas namun tetap tertib.
Transformasi ini akan terlihat mulai dari jalan-jalan utama, ruang publik, hingga detail arsitektur seperti gapura, lampu penerangan jalan, serta penataan kios-kios pedagang.
Tak hanya soal estetika, Dedi menekankan bahwa setiap sudut kota harus memiliki makna filosofis.
“Jalan, ruang publik, sampai detail kota harus punya rasa Sunda. Bukan hanya indah, tapi juga mengingatkan pada asal-usul,” katanya.
Lebih lanjut, konsep penataan ini akan diintegrasikan dengan kawasan pendidikan di Sumedang.
Tujuannya agar generasi muda yang lahir dari daerah tersebut tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan batin dengan warisan leluhurnya.
Dedi Mulyadi juga menyinggung peristiwa Kirab Mahkota Binokasih yang digelar Sabtu (2/5) malam sebagai titik balik kejayaan peradaban Sunda yang harus diwujudkan dalam aksi nyata pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi perjalanan untuk membangun masa depan. Sumedang harus menjadi contoh bagaimana budaya menjadi dasar pembangunan,” tegas KDM.
Guna mewujudkan ambisi besar ini, Dedi Mulyadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama.
Ia meyakini bahwa kekuatan gotong royong adalah kunci utama agar kemajuan kota tetap berjalan selaras dengan pelestarian jati diri.
“Dengan kebersamaan, bergotong royong, dan saling mendukung, kita bisa membangun kampung dan kota yang lebih maju tetapi tidak kehilangan jati dirinya,” ujarnya. (ant/dpi)
Load more