Alasan Dedi Mulyadi Buka Opsi Pembinaan Lewat Barak Militer bagi Pelaku Kerusuhan Demo di Dago: Supaya Mereka Mengerti Arah Bangsa Ini ke Mana
- instagram Dedimulyadi71 / Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ini alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka opsi pembinaan lewat barak militer bagi pelaku kerusuhan demo di Dago pada Jumat (1/5/2026) lalu.
Adapun pelaku kerusuhan di Dago ini mayoritas merupakan pelajar aktif di bawah umur. Oleh karena itu, Kang Dedi Mulyadi atau KDM membuka opsi tersebut.
Menurut KDM, pembinaan lewat barak militer merupakan salah satu pendekatan agar mereka paham soal kebangsaan dan kedisiplinan.
“Nanti bisa juga diarahkan mereka untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan,” kata KDM di Sumedang, Minggu (3/5/2026).
Meski demikian, Dedi Mulyadi mengatakan penanganan kasus ini perlu dilihat dari aspek hukum dalam KUHP terlebih dahulu.
Pasalnya, sambung dia, kasus kerusuhan tersebut melibatkan anak di bawah umur.
"Kita lihat aspek hukumnya. Di dalamnya kan ada pembinaan, kita lihat aspek KUHP-nya, berarti pidana anak di bawah umur," ujar Dedi Mulyadi.
Adapun pembinaan lewat barak militer ini rencananya akan digelar pada Juni 2026 mendatang.
Apabila opsi tersebut dipilih, maka nantinya pelaku kerusuhan akan mengikuti program pembinaan bersama dengan para ketua OSIS.
“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer itu. Itu bisa saja mereka masuk untuk ikut dibina,” terangnya.
Dia berharap wacana ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar mereka disiplin dan punya pemahaman kebangsaan yang kuat.
Terkait kerusuhan yang terjadi, KDM menyebut aksi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan dan tanpa orasi.
Oleh karena itu, dia menilai aksi ini mengarah pada tindakan yang disengaja untuk menimbulkan gangguan keamanan.
“Bukan kasus May Day. Karena May Day berjalan dengan aman dan tertib kemudian mereka tiba-tiba datang, tanpa pemberitahuan, tanpa orasi. Artinya sudah diniatkan untuk membuat rusuh,” pungkasnya. (ant/nsi)
Load more