Direkomendasikan WHO, Ini Pentingnya Vaksin Influenza Trivalent bagi Dewasa dan Lansia
- Tim tvOnenews
“Vaksin influenza sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tahun. Hal ini penting karena virus influenza terus mengalami mutasi, sehingga komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala. Dengan vaksinasi tahunan, perlindungan terhadap galur virus yang sedang beredar dapat tetap optimal. Ini khususnya penting bagi dewasa dengan faktor risiko dan kelompok lansia, sebab vaksinasi adalah investasi kesehatan jangka panjang yang sangat bernilai,” tambah Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Dr. dr. Sukamto, Sp.PD-KAI.
Dr. Sukamto juga menyampaikan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi influenza perlu didukung oleh pemahaman masyarakat yang lebih baik. Faktanya, banyak masyarakat yang menunda vaksinasi karena menganggap influenza bukan penyakit serius.
Padahal, bagi kelompok berisiko, vaksinasi dapat membantu mencegah komplikasi yang serius. Edukasi kesehatan juga harus terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat nyata vaksinasi.
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalventis menghadirkan vaksin influenza trivalent. Kehadiran vaksin ini sejalan dengan rekomendasi WHO, untuk mengoptimalkan perlindungan tanpa batas terhadap strain yang terdeteksi masih aktif, yakni virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2), dan influenza B/Victoria.
Tiga jenis influenza ini berisiko komplikasi serius, termasuk pada dewasa, lansia, serta individu dengan komorbid, yang berisiko mengalami komplikasi seperti pneumonia, penyakit jantung, hingga gangguan pernapasan lainnya.
“Kalbe melalui Kalventis ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa influenza dapat berdampak serius, khususnya pada dewasa dengan penyakit penyerta dan kelompok lansia. Vaksinasi adalah langkah perlindungan yang penting untuk mencegah komplikasi serta menekan risiko rawat inap,” ujar Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno.
Dengan peningkatan kesadaran, perlindungan populasi dapat semakin kuat.
Selain rutin dilakukan setiap tahun, vaksin influenza juga sebaiknya dilakukan dua minggu sebelum seseorang bepergian atau traveling ke wilayah yang berisiko seperti negara empat musim. Sebab, aktivitas traveling meningkatkan risiko paparan virus akibat interaksi di area publik.
Risiko menjadi lebih tinggi bagi traveller dengan daya tubuh rendah, lansia, maupun yang memiliki komorbid. Vaksinasi pun menjadi solusi sebagai perlindungan tanpa batas.
Load more