KAI Pastikan Terus Beri Pendampingan Korban Tragedi Kereta Bekasi: 84 Orang Pulang, 17 Masih Dirawat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan informasi terbaru mengenai kondisi para korban pasca-insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Senin (4/5), mayoritas pelanggan yang terdampak telah diperbolehkan pulang ke rumah, meski sebagian lainnya masih membutuhkan observasi medis.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, merinci bahwa dari total korban yang terdata, tersisa 17 orang yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Per Senin (4/5), sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit," jelas Anne dalam keterangan resminya di Jakarta.
KAI berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan para korban secara total. Hal ini mencakup pemantauan rutin bagi pasien yang masih dirawat maupun mereka yang sudah meninggalkan rumah sakit.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ungkap Anne.
Selain bantuan medis langsung, KAI juga membuka jalur bagi pelanggan yang melakukan pengobatan secara mandiri untuk mengajukan pengembalian biaya (reimbursement).
Syarat yang harus disiapkan meliputi kartu identitas, bukti perjalanan, rincian biaya dan kuitansi pengobatan, resume medis, serta salinan rekening bank.
Dana klaim asuransi tersebut dijanjikan akan cair dalam waktu maksimal 21 hari kerja setelah dokumen lengkap diterima.
Tidak hanya luka fisik, KAI juga menaruh perhatian pada dampak psikologis korban melalui layanan trauma healing.
Bagi keluarga atau pelanggan yang membutuhkan, layanan ini bisa diakses melalui Posko Informasi di Bekasi Timur atau menghubungi call center di nomor 0812-9660-5747, yang juga menyediakan fasilitas telemedicine.
Mengenai barang-barang penumpang yang tertinggal di lokasi kejadian, KAI mencatat ada 115 barang yang ditemukan melalui sistem Lost and Found.
Per 4 Mei 2026 pagi, sebanyak 61 barang sudah diambil pemiliknya, sementara 54 barang lainnya masih tersimpan di Stasiun Bekasi Timur.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tutur Anne.
Guna melayani koordinasi administrasi dan dukungan psikososial, Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan terus beroperasi hingga 11 Mei 2026.
Anne menegaskan bahwa seluruh rangkaian bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan agar proses transisi pasca-insiden berjalan lancar.
“KAI akan terus memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” ujarnya. (ant/dpi)
Load more