News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan KDM, Kuasa Hukum Korban Ungkap Bukti Ririn Diduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu

Kuasa hukum korban pembunuhan sekeluarga di Indramayu memaparkan sejumlah bukti dan fakta di hadapan Dedi Mulyadi yang menguatkan dugaan bahwa Ririn pelaku.
Selasa, 5 Mei 2026 - 14:18 WIB
Dedi Mulyadi bersama kuasa hukum korban pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Jawa Barat.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menghadirkan kuasa korban guna meminta penjelasan atas pengakuan terdakwa yang belakangan viral di media sosial.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, yang terjadi sekitar setahun lalu kembali mencuat. Hal ini dipicu oleh pernyataan terdakwa yang menyeret nama sejumlah pihak lain sebagai dalang di balik peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 29 Agustus 2025, di Paoman. Lima korban tewas dalam kejadian tersebut, yakni H. Sahroni (75), anaknya Budi (45), menantunya Euis (40), serta dua cucunya berusia 7 tahun dan 8 bulan. Jasad kelima korban baru ditemukan pada 1 September 2025.

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Teriak Siteris, Saya Bukan Pembunuh Usai Sidang
Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Teriak Siteris, Saya Bukan Pembunuh Usai Sidang
Sumber :
  • Opi Riharjo/tvOne

Dalam penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka, yaitu Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu berlangsung memanas ketika terdakwa tiba-tiba berteriak dan menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Ririn Rifanto terlihat berontak di hadapan wartawan usai sidang lanjutan pada Rabu (29/4/2026). Ia dengan lantang membantah tuduhan terhadap dirinya dan mengklaim bukan pelaku pembunuhan terhadap Budi dan keluarganya.

"Saya bukan pelaku pembunuhan. Pelakunya Aman Yani, Hardi, Yoga, sama Joko," teriak Ririn saat dirinya diseret keluar dari ruang sidang.

Ia juga mengaku mendapat tekanan dan penyiksaan saat proses pemeriksaan, hingga akhirnya terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Bahkan, muncul pertanyaan dari pihak terdakwa terkait kondisi kaki Ririn yang patah.

Situasi semakin tegang ketika kuasa hukum terdakwa, Toni RM, berusaha menghentikan petugas yang menyeret kliennya agar tetap bisa berbicara kepada media.

"Berhak ngomong," ujar Toni sambil membela kliennya di tengah kontak fisik dengan petugas.

Menanggapi kondisi fisiknya, Ririn menyebut bahwa patahnya kaki tersebut diduga akibat tindakan aparat saat proses pemeriksaan setelah penangkapan.

Kuasa Hukum Korban Bicara di Hadapan KDM 

Kuasa hukum korban, Hery Reang, menyampaikan keterangannya secara langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), terkait perkembangan kasus pembunuhan keluarga di Paoman, Indramayu.

Dalam kesempatan tersebut, KDM menanyakan keyakinan pihak kuasa hukum terhadap dua terdakwa yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Indramayu.

"Bapak pengacaranya korban ya, bapak mengakui gak kalau pelaku yang ditangkap oleh polisi, kemudian sekarang diadili di PN Indramayu, dua orang itu adalah memang pelaku pembunuhannya?" tanya KDM.

Menjawab pertanyaan itu, Hery Reang menjelaskan bahwa keyakinan tersebut didasarkan pada bukti dan fakta yang terungkap dalam persidangan. Ia menyebut, tim kuasa hukum telah menelusuri berbagai bukti sejak sidang awal pada 25–29 April.
"Kami meyakini bahwa kedua pelaku itulah yang membunuh, yang pertama ada buktinya CCTV," ungkapnya.

Salah satu bukti penting berasal dari rekaman CCTV di Hotel Adis Syariah, yang menunjukkan mobil milik korban, Budi Awaludin, digunakan oleh para pelaku.
"Dipakai oleh pelaku, yang dielak dalam persidangan, dibawa oleh pelaku dan mereka menginap Hotel Adis Syariah," tuturnya.

Pihak kuasa hukum korban memperlihatkan bukti CCTV.
Pihak kuasa hukum korban memperlihatkan bukti CCTV.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa terdakwa Ririn menggunakan identitas milik korban untuk melakukan check-in di hotel tersebut.

"Yang lebih hebatnya dua pelaku ini check-in menggunakan KTP korban difotokopi, jadi bukan KTP pelaku yang dua orang," tuturnya.

KDM kemudian menanyakan kejelasan bukti visual dari rekaman tersebut.
"Di CCTV ada wajah pelaku?" tanya KDM.

"Ada, sudah ditampilkan di pengadilan," jawab kuasa hukum korban.

Meski demikian, dalam persidangan para terdakwa tetap membantah keterlibatan mereka, meskipun wajah mereka terlihat jelas dalam rekaman.

"Namanya pelaku ya, karena sudah terpojok, 'itu bukan saya,' padahal sudah jelas kan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain bukti CCTV, Hery Reang juga menyinggung keterangan saksi dari pihak hotel.

"Tapi saya meyakini ada saksi dari resepsionis bernama Saniwan melihat kedua pelaku ini di kamar 210, di situ ada Ririn di dalam, Priyo di luar bolak-balik," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jordan Wilson Ungkap Sosok Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate: Megatron Sangat Membantu

Jordan Wilson Ungkap Sosok Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate: Megatron Sangat Membantu

Jordan Wilson mengungkap peran penting Megawati Hangestri dalam membantu dirinya beradaptasi di Korea Selatan. Pemain asing Hyundai Hillstate itu menyebut.
Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Pindah Penduduk, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Pindah Penduduk, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyebut kawasan transmigrasi didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, lumbung pangan, dan industrialisasi daerah.
Mengenang Tragedi Berdarah G30S PKI, Begini Sejarah dan Kronologinya

Mengenang Tragedi Berdarah G30S PKI, Begini Sejarah dan Kronologinya

G30S PKI 1965 menjadi salah satu tragedi kelam sejarah Indonesia. Simak kronologi, daftar korban, tokoh yang terlibat, hingga dampaknya.
Luis de la Fuente Puji Lamine Yamal Selangit usai Kemenangan Telak Spanyol atas Kroasia

Luis de la Fuente Puji Lamine Yamal Selangit usai Kemenangan Telak Spanyol atas Kroasia

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, beri pujian selangit kepada Lamine Yamal. Sang penyerang Barcelona menjadi kunci kemenangan atas Kroasia.
Mabes TNI soal Anggota Aktif Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola MBG: Kami Hormati Proses Hukum yang Berlaku

Mabes TNI soal Anggota Aktif Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola MBG: Kami Hormati Proses Hukum yang Berlaku

Mabes TNI angkat bicara soal Kolonel Cpl berinisial BU yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG pada BGN.
Fasilitas “Apartemen” Lapas Cibinong Segera Dibongkar, DPR Minta Barang Bukti Lebih Dulu Diamankan

Fasilitas “Apartemen” Lapas Cibinong Segera Dibongkar, DPR Minta Barang Bukti Lebih Dulu Diamankan

DPR dan Kemenimipas sepakat membongkar fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong. Barang bukti diminta didokumentasikan dan diamankan sebelum dibongkar.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral