Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Puluhan Santri di Pati, Pemerintah Didesak Turun Tangan Beri Perlindungan ke Korban
- Facebook/I Love Pati
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah didesak untuk turun tangan dalam kasus dugaan kekerasan seksual puluhan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif, Abdussalam Shohib alias Gue Salam. Dia mendesak pemerintah memberi perlindungan bagi para korban dan keluarganya.
“50-an korban dari keluarga kurang mampu, sebagiannya yatim. Pemerintah harus dan segera memberi perlindungan secara menyeluruh kepada korban dan keluarganya,” kata Gus Salam, Selasa (5/5/2026).
Dia mengaku turut prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, kasus tersebut sangat berdampak terhadap kondisi psikologis hingga sosial para korban.
“Ya itu, keprihatinan mendalam tidak hanya kita rasakan untuk korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum seperti itu,” kata Gus Salam.
Dia meminta pemerintah memberikan bantuan untuk membantu pemulihan trauma dan ekonomi korban.
“Tapi itu tadi kita minta, negara dan pemerintah wajib hadir untuk mereka dengan perlindungan serta pemulihan kondisi korban dan keluarganya,” tambahnya.
Merusak Citra Pesantren
Di sisi lain, Gus Salam mengatakan bahwa kasus tersebut sangat berdampak terhadap citra pesantren di Indonesia.
Selama lebih dari 5 tahun berada di tim advokasi untuk pesantren ramah anak bersama praktisi dari Nahdlatul Ulama (NU), dia mengaku banyak menemukan kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren, khususnya di Jawa Timur.
“Tragedi Tlogosari, Pati, dan kejadian serupa harus menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk introspeksi supaya kejadian serupa tidak terulang,” jelas Gus Salam.
Menurutnya, Ponpes harus melakukan perubahan seiring perkembangan zaman di masyarakat.
“Pesantren seperti kita ini harus bersikap reflektif. Menyadari kekurangan, mencari celah-celah kelemahan supaya bisa kita perbaiki sebaik mungkin untuk khidmah ilmu dan generasi masa depan. Itu sepenuhnya amanat,” tandasnya. (saa/muu)
Load more