News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Ikut "Pantau" Kasus Pembunuhan Keluarga Sahroni: Harus Dikawal agar Transparan, Pelaku Asli Sangat Pintar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal kasus pembunuhan satu keluarga yang menimpa keluarga Sahroni.
Rabu, 6 Mei 2026 - 10:10 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal kasus pembunuhan satu keluarga yang menimpa keluarga Sahroni.

Kasus ini sempat viral pada 2025 lalu di Indramayu, Jawa Barat. Dalam kasus ini, lima anggota keluarga ditemukan tewas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka dikubur di halaman belakang rumah dan jasadnya ditemukan pada 1 September 2025. 

Adapun terduga pelaku berinisial R dan P. Mereka telah ditangkap dan menjalani persidangan. 

Ada dugaan motif terduga pelaku membunuh keluarga Sahroni karena dendam akibat uang sewa mobil. 

Proses berjalannya persidangan pun viral lagi lantaran terduga pelaku membantah tuduhan itu. 

Di sisi lain, pihak keluarga korban turut memberikan klarifikasi tegas terkait perkembangan kasus dan membantah klaim-klaim yang dilontarkan oleh pihak terdakwa di luar persidangan.

Dalam sesi wawancara bersama Kang Dedi Mulyadi (KDM), pihak keluarga korban yakin terdakwa berinisial R dan P adalah pelaku yang sebenarnya.

Mereka yakin karena adanya bukti kuat yang telah dihadirkan dalam persidangan termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan di perbankan.

“Kami yakin pelakunya adalah mereka (terdakwa). Ada bukti CCTV yang menunjukkan mereka bolak-balik di lokasi, bahkan terekam saat membeli kopi dan rokok di warung dekat rumah korban. Selain itu, ada bukti rekaman saat terdakwa mengambil uang milik korban di bank menggunakan identitas korban,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

Pihak keluarga korban turut menanggapi isu mengenai adanya “pelaku sebenarnya” yang berjumlah empat orang yang katanya inisial J, AY, H dan Y.

Namun, menurut keluarga korban, klaim tersebut hanyalah alibi kosong untuk mengaburkan fakta hukum. Menurut KDM, pelaku dalam kasus ini dikenal sangat manipulatif. 

Adapun sebelumnya seorang mantan karyawan bernama Evan hampir menjadi “kambing hitam” akibat rekayasa alibi yang dibuat oleh pelaku melalui pesan singkat WhatsApp menggunakan ponsel korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kasus ini harus dikawal agar transparan. Pelaku asli sangat pintar merekayasa keadaan seperti yang hampir menimpa Evan dulu. Namun, fakta-fakta hukum yang diuji di pengadilan, seperti CCTV dan keterangan saksi, harus menjadi acuan utama bagi hakim untuk mengambil keputusan yang seadil-adilnya,” kata KDM dikutip Rabu (6/5/2026). 

Di hadapan Dedi Mulyadi, pihak keluarga korban berharap agar proses peradilan berjalan objektif dan memberikan hukuman maksimal yang sesuai dengan kekejaman perbuatan pelaku yang telah menghilangkan nyawa satu keluarga. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Taufik Hidayat Sejak Masa Sekolah Terungkap, Mantan Debt Collector yang Tega Siksa Wanita Bandung

Rekam Jejak Taufik Hidayat Sejak Masa Sekolah Terungkap, Mantan Debt Collector yang Tega Siksa Wanita Bandung

Jagat media sosial mendadak digegerkan oleh aksi keji bin biadab yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat alias TH (30). Pria ini mendadak menjadi buronan ...
Gara-gara Taufik Hidayat, Ayah YTR Tak Kenal Wajah Anaknya dan Pingsan Saat Pertama Datangi RSHS Bandung

Gara-gara Taufik Hidayat, Ayah YTR Tak Kenal Wajah Anaknya dan Pingsan Saat Pertama Datangi RSHS Bandung

Keluarga YTR ungkap fakta mengejutkan di podcast Maia Estianty. Ayah YTR pingsan dan tak kenal wajah anaknya akibat penyekapan sadis oleh Taufik Hidayat.
Tak Terduga, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Malah Pilih Pindah Kewarganegaraan setelah Raih Medali Olimpiade

Tak Terduga, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Malah Pilih Pindah Kewarganegaraan setelah Raih Medali Olimpiade

Tiga legenda bulu tangkis Indonesia ini pernah meraih medali Olimpiade, tetapi kemudian memilih pindah kewarganegaraan. Siapa saja dan bagaimana kisah mereka?
Menkes Ungkap Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat pada 2026

Menkes Ungkap Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat pada 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan vaksinasi atau imunisasi bagi bayi dan ibu hamil pada 2026.
Soal Penangguhan Penanganan Roy Suryo, Kapolri: Kewajiban Kami Sudah Selesai

Soal Penangguhan Penanganan Roy Suryo, Kapolri: Kewajiban Kami Sudah Selesai

Kejari Jaksel mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi.
Pemotor dan Anak yang Dilempar Molotov saat Melintas di Koja Jakarta Utara Tak Alami Luka

Pemotor dan Anak yang Dilempar Molotov saat Melintas di Koja Jakarta Utara Tak Alami Luka

Polisi masih mendalami soal insiden pengemudi motor yang diduga dilempar molotov oleh OTK di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Trending

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link live streaming Princess Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia U-18 akan memulai perjuangannya saat melawan Australia di hari pertama ajang yang berlangsung di Thailand tersebut.
Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Aksi pelemparan bom molotov terhadap seorang ibu yang tengah membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos) Instagram @jakut.info.
Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi lontarkan komentar menohok terkait Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tanggungkan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan
Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Lionel Messi kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Argentina itu kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026.
Meski Sudah Resmi WNI, 3 Bintang Liga Eropa Ini Belum Pernah Bela Timnas Indonesia di Era John Herdman

Meski Sudah Resmi WNI, 3 Bintang Liga Eropa Ini Belum Pernah Bela Timnas Indonesia di Era John Herdman

Meski sudah WNI dan mendapat izin FIFA untuk membela Timnas Indonesia, tiga pemain di Liga Eropa ini belum pernah memperkuat skuad Garuda pada era John Herdman.
Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

KDM menegaskan pihak keluarga tidak perlu lagi mengkhawatirkan urusan administrasi medis karena seluruh akomodasi ditanggung langsung hingga korban pulih total
Selengkapnya

Viral