News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Soal LHKPN Presiden Prabowo Belum Dipublikasi: Masih Verifikasi

KPK) mengatakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Presiden Prabowo periodik 2025 dalam rentang verifikasi sehingga belum dipublikasi.
Rabu, 6 Mei 2026 - 19:34 WIB
Jubir KPK, Budi Prasetyo
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Presiden Prabowo periodik 2025 dalam rentang verifikasi sehingga belum dipublikasi di website.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara KPK, Budi Prasetyo merespons soal Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta penjelasan KPK terkait belum tercantumnya nama Presiden dan 38 anggota Kabinet Merah Putih di dalam website resmi LHKPN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika memang belum dipublikasikan, ini karena masih dalam rentang verifikasi," kata Budi, Rabu (6/5/2026).

Budi menjelaskan, bahwa KPK memiliki waktu 60 hari kerja untuk melakukan verifikasi sejak masa batas akhir pelaporan pada tanggal 31 Maret 2026.

Sehingga, KPK masih memiliki beberapa waktu ke depan untuk melakukan verifikasi sebelum nantinya akan di publikasi di website resmi LHKPN dan dapat dipantau oleh publik.

"Kalau pelaporan di 31 Maret, saat ini masih dalam rentang 60 hari kerja untuk kita melakukan verifikasi sebelum kemudian dipublikasikan," jelasnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan, KPK akan segera mempublikasi LHKPN seluruh penyelenggara negara jika dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap.

"Kita tunggu proses verifikasinya di Direktorat PP LHKPN. Tentu setiap LHKPN yang sudah dilaporkan, sudah dinyatakan lengkap, nantinya akan dipublikasikan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya secara terbuka terkait dengan harta ataupun aset milik dari para penyelenggara negara," tandasnya.

Sebelumnya, ICW meminta penjelasan KPK terkait belum tercantumnya nama Presiden dan 38 Kabinet Merah Putih di dalam website resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Peneliti ICW, Yassar Aulia mengatakan, bahwa LHKPN bukan hanya formalitas administrasi tetapi merupakan alat untuk pencegahan korupsi melalui pengawasan publik.

Sehingga, ia mendorong KPK untuk segera melakukan klarifikasi kepada publik atas belum tercantumnya nama pejabat-pejabat di laman resmi LHKPN.

"Surat yang kami layangkan meminta informasi kepada KPK terkait dengan penjelasan mengapa ada 38 anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Presiden Prabowo Subianto di sini, yang laporan harta kekayaan penyelenggara negaranya belum tercantum di situs e-LHKPN milik KPK," ucap Yassar di gedung KPK, Rabu (6/5/2026).

Ia pun menyoroti soal ucapan juru bicara KPK, Budi Prasetyo yang menyebut, bahwa Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan LHKPN dengan tepat waktu.

Namun, hingga saat ini atau lebih dari sebulan sejak batas waktu pelaporan LHKPN tanggal 31 Maret 2026, KPK belum mencantumkan harta kekayaan milik Presiden dan 38 di kabinetnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, kedatangannya ke gedung Merah Putih untuk meminta KPK agar segera mengklarifikasi soal alasan belum mencantumkan harta kekayaan milik para kabinet Merah Putih.

"Jadi kami melayangkan permohonan informasi supaya KPK bisa memberikan klarifikasi yang jelas dan terang kepada publik, apa alasan 39 nama tersebut belum ada, dan belum bisa diakses kepada masyarakat," jelasnya. (aha/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengecek aktivitas para siswa di Sekolah Rakyat. Ia terkejut mereka kurang semangat saat respon sambutannya.
Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengecek aktivitas para siswa di Sekolah Rakyat. Ia terkejut mereka kurang semangat saat respon sambutannya.
Mangkir dari Pemeriksaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tersangka Pencabulan di Pati Kini Diburu Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tersangka Pencabulan di Pati Kini Diburu Polisi

Seorang pengasuh pondok pesantren berinisial A yang menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan melarikan diri saat hendak diperiksa oleh penyidik.
Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Hamparan hijau yang menenangkan mata tersaji di Taman Piknik Cipinang Melayu, yang berlokasi di Jalan Manunggal II, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).
UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Yogyakarta mencatat telah menerima 182 aduan terkait dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan tempat penitipan anak Little Aresha. 
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Sejumlah orang tua dari anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha melayangkan petisi yang ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Selengkapnya

Viral