IHSG Dibuka Menghijau Dibayangi Koreksi, Bursa Asia dan Wall Street Kompak Menguat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 34 poin atau 0,49 persen di level 7.126 pada pembukaan perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG kembali mencoba tes break resistance namun berpotensi terkoreksi kembali pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di 7.100-7.150. Jika gagal break, masih berpotensi koreksi kembali ke 6.850-7.000," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 7 Mei 2026..
Dia mengatakan, Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,22 persen, Taiex Taiwan naik 0,91 persen, dan ASX 200 Australia melesat 1,30 persen. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 6,45 persen dan Kosdaq turun 0,29 persen.
Saham-saham unggulan Samsung Electronics dan SK Hynix mencapai rekor tertinggi, masing-masing naik lebih dari 14 dan 10 persen. Selain itu, FTSE Straits Times naik 0,14 persen dan FTSE Malay KLCI menguat 0,54 persen. Sementara itu, pasar saham Jepang tutup karena libur.
Di sisi lain, sebagai sinyal bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah berjalan sesuai rencana, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, upaya AS untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz telah dihentikan sementara.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Freedom akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.
"Support IHSG berada di level 6.950-7.000 sementara resist IHSG di rentang 7.100-7.150," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Rabu kemarin, didorong optimisme pelaku pasar terhadap potensi kesepakatan damai AS dan Iran. Indeks S&P 500 melonjak 1,46 persen, Nasdaq Composite naik signifikan 2,02 persen, dan Dow Jones Industrial Average melesat 1,24 persen.
Sentimen positif disebabkan laporan Axios yang menyebut AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup moratorium pengayaan nuklir. Presiden AS, Donald Trump mengisyaratkan, kesepakatan belum pasti tercapai. Bahkan, Trump memperingatkan potensi eskalasi konflik jika kesepakatan gagal.
Load more