Minta Maaf ke Bro Ron, Pelaku Pemukulan Berharap Tak Ada Lagi Narasi yang Memicu Konflik
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Pelaku pemukulan, Randi dan Rizal (Ical) buka suara terkait pemicu peristiwa pemukulan Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron yang terjadi di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Ical menerangkan bahwa pemukulan ini terjadi lantaran adanya kalimat yang tidak pantas dilontarkan oleh Bro Ron terhadap dirinya.
“Prinsipnya terkait dengan mungkin ada sedikit salah penafsiran mungkin dari saya terkait mungkin adanya kalimat yang mungkin disampaikan oleh Bro Ron ini kepada saya pada waktu itu,” kata Ical, di Polsek Metro Menteng, Kamis (7/5).
Kemudian, Ical mengakui, atas penyampaian kalimat tersebut, maka dirinya emosi sehingga terjadi pemukulan.
“Sehingga saya mungkin dengan emosional yang singkat sehingga menafsirkan hal itu seperti yang sebelumnya saya sampaikan,” jelas Ical.
Namun, mengenai hal ini, pihaknya telah bersepakat untuk damai dengan menempuh jalur restorative justice. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bro Ron.
“Ya mungkin itu saja dengan apa namanya pertemuan dan sampai hari ini dan saya juga sudah sama-sama meminta maaf dengan Bang Bro Ron,” jelas Ical.
Dalam kesempatan yang sama, Randi juga mengungkapkan bahwa kehadiran dirinya pada saat insiden terjadi yakni merasa tidak terima karena ada perkataan yang tidak pantas dilontarkan kepada Ical.
“Tapi jujur dalam hati saya, saya tidak ada maksud apa pun. Kehadiran saya karena merasa bahwa abang saya, orang tua saya, Bang Ical dicaci, dimaki, dikatain dengan kata-kata yang kurang pantas,” jelas Randi.
Kemudian, terkait hal ini, Randi juga berharap agar kedepannya tidak ada lagi kalimat ataupun narasi yang dapat memicu permasalahan.
“Tapi alhamdulillah pada pertemuan beberapa hari ini semua itu sudah clear. Jadi saya harap kalimat-kalimat yang narasi-narasi yang akan dibangun tolong dijaga karena kita sudah selesaikan permasalahan salah paham tersebut,” jelas Randi.
“Untuk itu saya sekali lagi, Kakakku, mohon maaf sangat. Saya sangat tidak bermaksud apa-apa dan saya datang ke situ bukan sebagai preman dan juga saya adalah mahasiswa. Saya Wasek dua kali, Wasek Jenderal PB HMI,” lanjutnya.
Load more