Tangis Siswi SMKN 2 Garut Mengadu ke Dedi Mulyadi, Ngaku Trauma Rambut Dipotong Guru BK, KDM: Udah Lah Biasa Aja
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya selama ini membiarkan pelanggaran tata tertib mengenai penampilan siswa perempuan.
"Setiap ada razia kosmetik, saya belum pernah merazia mereka. Saya belum pernah menghapus makeupnya, tapi saya dituduh seolah membiarkan mereka," katanya.
Di akhir dialog, Ai mengakui tindakannya memotong rambut siswi dilakukan ketika kondisi emosinya sedang tidak stabil. Ia menyadari keputusan tersebut keliru dan menyampaikan penyesalan.
"Saya psikologisnya lagi gak baik, digunting tapi gak semua, masih bisa diikat rambut. Iya pada akhirnya saya sadar dan menyadari saya salah besar," katanya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menilai karakter siswa jurusan broadcast itu memang berbeda karena berkaitan dengan dunia kreatif dan hiburan. Menurutnya, perhatian terhadap penampilan dalam lingkungan tersebut merupakan hal yang lumrah.
"Atuh menor gak apa-apa kan jadi bintang film," kata gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu.
Meski demikian, ia tetap menilai tindakan guru BK dilakukan dengan niat mendidik, bukan untuk menyakiti siswa.
"Menurut saya ibu gak salah, kalau niat ibu dalam hati tujuannya memperbaiki, karena sayang bukan karena rasa benci dan ketidaksukaan," ujarnya. (nba)
Load more