GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Bocorkan Modus Bejat Asyhari Cabuli Puluhan Santriwati di Pati: Doktrin Serap Ilmu dari Guru

Publik masih soroti kasus pencabulan yang dilakukan pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati, Asyhari terhadap puluhan santriwati. Dalam
Jumat, 8 Mei 2026 - 19:53 WIB
Pengakuan Mengejutkan Asyhari Pelaku Pencabulan Puluhan Santriwati di Ponpes Pati
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Publik masih soroti kasus pencabulan yang dilakukan pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati, Asyhari terhadap puluhan santriwati.

Dalam hal ini, Kapolres Kota Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi jelaskan, Asyhari diduga menanamkan pemahaman kepada korban bahwa seorang murid wajib menuruti seluruh perintah guru agar ilmu yang diberikan bisa terserap dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Modus operandi mendoktrin korban bahwa murid itu harus ikut apa kata guru agar murid dapat menyerap ilmu dari guru. Ini doktrin yang disampaikan oleh guru kepada korban," jelasnya, dikutip Jmuat (8/5/2026).

Doktrin tersebut diduga menjadi cara Asyhari untuk memuluskan aksi bejatnya terhadap para korban yang masih berstatus santriwati. 

Dari hasil penyidikan sementara, polisi menemukan dugaan aksi pencabulan dilakukan berulang kali sejak beberapa tahun terakhir.

Bahkan, Asyhari disebut telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak 10 kali di lokasi berbeda. 

Jaka mengungkapkan tersangka kerap memakai alasan meminta dipijat untuk membawa korban masuk ke kamar sebelum diduga melakukan aksi kekerasan seksual.

"Perbuatan ini dilakukan pelaku terhadap korban sebanyak 10 kali di lokasi berbeda dengan cara bahwa pelaku mengajak korban dengan alasan untuk minta dipijat masuk ke kamar korban," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pelarian Asyhari selaku pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), akhirnya berakhir. 

Polisi meringkus tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati itu saat bersembunyi di wilayah Wonogiri.

Penangkapan dilakukan setelah dia beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Polresta Pati. 

Polisi sebelumnya bahkan telah menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap tersangka pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kapolres Kota Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, langkah penjemputan paksa dilakukan lantaran tersangka diduga sengaja menghilang untuk menghindari proses hukum.

"Namun, karena tersangka diduga tidak ada di tempat atau diduga bersembunyi di luar kota, akhirnya ada upaya penjemputan paksa terhadap tersangka berinisial AS tersebut," ucapnya, Kamis (7/5/2026).

Adapun kasus ini mencuat setelah puluhan santriwati diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pengasuh pesantren.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyampaikan bahwa laporan telah diajukan ke Polresta Pati sejak 2024. 

Namun, ia menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan cukup lama meski telah disertai sejumlah bukti, termasuk hasil visum.

Peristiwa ini juga memicu reaksi masyarakat. Aksi massa dilaporkan terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan kasus yang menimpa para santriwati tersebut.

“Kami minta ini untuk ditindaklanjuti menjadi langkah preventif dari lembaga terkait bagaimana ada pengawasan terhadap lembaga pendidikan untuk mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik dan mewaspadai dari penyimpan-penyimpangan di dalam penyelenggaran pendidikan itu,” ucap Cholil Nafis.

Selain itu, ia menyoroti peran lembaga pengawas seperti Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama untuk lebih aktif dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di pesantren agar tetap sesuai dengan aturan dan etika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MUI juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi lingkungan pendidikan serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan. 

Dengan pengawasan yang lebih kuat dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan lembaga pendidikan dapat menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Petani Bengkayang Dapat Bantuan Alat Pertanian dari Pemprov Kalbar

Petani Bengkayang Dapat Bantuan Alat Pertanian dari Pemprov Kalbar

Sebagai salah satu sentra pangan utama di Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan dukungan bantuan alat dan sarana pertanian untuk mendukung pengembangan sektor pangan di Kabupaten Bengkayang.
Hoki Terus, 4 Zodiak yang Sering Mendapat Rezeki Tak Terduga

Hoki Terus, 4 Zodiak yang Sering Mendapat Rezeki Tak Terduga

4 zodiak yang sering mendapat rezeki tak terduga! Keberuntungan, peluang emas, dan hoki finansial disebut selalu mendekat pada mereka.
Hadapi Cuaca Ekstrim, KAI Semarang Cek Kondisi Jalur Semarang-Blora

Hadapi Cuaca Ekstrim, KAI Semarang Cek Kondisi Jalur Semarang-Blora

PT KAI Daop 4 Semarang mengecek kondisi jalur kereta api mulai Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai upaya menghadapi cuaca ekstrim di musim pancaroba ini.
Surabaya Akan Jadi Arena City Running Lewat Event JETE RUN 2026

Surabaya Akan Jadi Arena City Running Lewat Event JETE RUN 2026

JETE RUN 2026 akan membawa pengalaman baru bagi para runner lewat konsep City Run Experience di Surabaya. Digelar pada 6 September 2026 di Balai Kota Surabaya.
Sinopsis dan Review Film ‘Tumbal Proyek’ dengan Mitos yang Sudah Lama Hidup di Tengah Masyarakat

Sinopsis dan Review Film ‘Tumbal Proyek’ dengan Mitos yang Sudah Lama Hidup di Tengah Masyarakat

Sinopsis dan review singkat film horor Indonesia Tumbal Proyek yang tayang 13 Mei 2026, mengangkat misteri tumbal proyek dan hilangnya 21 pekerja.
Mengenal Mike Rajasa Hoppenbrouwers, Kiper Diaspora Timnas Indonesia U-17 Keturunan Mamasa yang Dididik Ajax Amsterdam

Mengenal Mike Rajasa Hoppenbrouwers, Kiper Diaspora Timnas Indonesia U-17 Keturunan Mamasa yang Dididik Ajax Amsterdam

Mengenal Mike Rajasa Hoppenbrouwers, kiper diaspora Timnas Indonesia U-17 keturunan Mamasa yang ditempa Ajax Amsterdam dan kini jadi harapan baru Garuda Muda di level dunia.

Trending

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti aksi unjuk rasa ribuan eks pekerja tambang di Kantor Pemkab Bogor, Cibinong, pada Senin (4/5/2026) lalu. Sebut kalau...
Kabar Gembira untuk John Herdman, Pemain Andalan Timnas Indonesia Comeback Lebih Cepat dari Cedera ACL

Kabar Gembira untuk John Herdman, Pemain Andalan Timnas Indonesia Comeback Lebih Cepat dari Cedera ACL

Kabar baik datang dari Asnawi Mangkualam. Usai diprediksi absen panjang akibat cedera ACL, pemain andalan Timnas Indonesia itu kini sudah mengikuti latihan.
Megawati Hangestri Minta Maaf Usai Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Megatron Minta Doa dari Volimania

Megawati Hangestri Minta Maaf Usai Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Megatron Minta Doa dari Volimania

Megawati Hangestri meminta maaf kepada para penggemarnya karena memutuskan mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia untuk tampil di sejumlah ajang internasional.
Sherly Tjoanda Diminta Kasih Nama Bayi Suku Togutil, Dipilihnya Satu Kata Terinspirasi dari Karakter Disney

Sherly Tjoanda Diminta Kasih Nama Bayi Suku Togutil, Dipilihnya Satu Kata Terinspirasi dari Karakter Disney

Gubernur Malut Sherly Tjoanda diminta kasih nama bayi Suku Togutil, lalu dipilihnya satu kata yang terinspirasi dari karakter Disney, bermakna gadis pemberani.
Belum Garuda Calling, John Herdman Sudah Harus Coret 3 Bintang Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026

Belum Garuda Calling, John Herdman Sudah Harus Coret 3 Bintang Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026

John Herdman dapat kabar buruk, Timnas Indonesia dipastikan kehilangan 3 pemain penting jelang FIFA Matchday Juni 2026 kontra Oman dan Mozambik akibat hal ini.
FIFA Beri Kabar Bahagia untuk Timnas Indonesia, Peluang ke Piala Dunia 2030 Terbuka Lebar

FIFA Beri Kabar Bahagia untuk Timnas Indonesia, Peluang ke Piala Dunia 2030 Terbuka Lebar

Harapan pecinta sepak bola tanah air untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di pentas tertinggi dunia mendapatkan angin segar. Muncul wacana ambisius mengenai -
Selengkapnya

Viral