Pejabat Kemen PU Minta Hal Ini, Gubernur Sherly Tjoanda Tertawa Saat Tinjau Sekolah Rakyat
- YouTube
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda belakangan menjadi sorotan usai tingkah laku yang mengundang perhatian publik.
Diantaranya tingkah laku Sherly Tjoanda yang tak mampu menahan tawanya kala melalukan kunjungan pengerjaan proyek Sekolah Rakyat di Halmahera Barat.
Awal mula Gubernur Malut itu datang untuk memberikan dukungan terkait pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi program nasional tersebut.
Sherly Tjoanda datang tak hanya seorang diri melainkan turut didampingi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Direktorat Jenderal Prasaranan Strategis (DJPS), KemenPU, Peter Paul John Nanlony.
Dalam kunjungannya itu, Peter memberikan pemaparan terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara tersebut kepada Sherly Tjoanda.
Peter kemudian menjamin jika proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut rampung pada 20 Juni 2026.
"Kita adendum percepatan kontrak bahwa 20 Juni sudah selesai Bu," kata Peter kepada Sherly dikutip dari akun YouTube GubSherly, Sabtu (9/5/2026).
Mendapat pemaparan tersebut, Sherly Tjoanda kemudian mengusulkan agar adanya fasilitas tribun di lapangan Sekolah Rakyat itu.
Sherly Tjoanda mengungkap fasilitas tribun dibutuhkan untuk menjadi tempat penonton jika dilangsungkan kegiatan perlombaan.
"Berarti Juni sudah bisa masuk pengerjaan apa, interior sipilnya?," ungkap Sherly Tjoanda.
Sherly Tjoanda lantas terkejut mendapat pemaparan dari pejabat Kemen PU mengenai progres pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Sebab, Peter justru meminta dukungan doa dari Sherly Tjoanda agar proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat rampung pada 20 Juni 2026.
Mendengar hal itu, Sherly punyak kuasa menahan gelak tawanya mengingat Peter hanya meminta dukungan doa bukan anggaran ataupun tenaga.
"Maka itu butuh doa dari Ibu," kata Peter.
"Doa?," kata Sherly Tjoanda.
"Itu yang kita pegang terus Ibu," ungkap Peter.
"Kadang-kadang kita butuh mukjizat," sambung Peter.
Sherly Tjoanda lantas mengikuti permintaan dari pejabat Kemen PU itu berupa doa agar pembangunan Sekolah Rakyat itu selesai dengan waktu yang ditargetkan.
Dengan gelak tawanya, Sherly Tjoanda berharap agar progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat segera rampung.
"Oke, mudah-mudahan selesai," ungkap Sherly Tjoanda.
"Itu 20 Juni sudah adendum?," sambungnya.
Peter pun gegap menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Sherly Tjoanda itu.
Menurutnya target tersebut merupakan intruksi pemerintah pusat dengan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat pada 20 Juni 2026.
"Sudah Bu, kita sudah bikin adendum, jadi wajib seluruh Indonesia SR-nya harus selesai 20 Juni," ungkap Peter.
Mengingat waktu yang sudah mepet, Sherly turut mempertanyakan strategi pekerjaan proyek tersebut agar rampung sesuai waktu yang ditentukan.
Peter mengungkap jika pekerja proyek dilakukan dengan pembagian shift agar progress pembangunan dapat rampung sesuai waktu yang ditentukan.
"Oh ini berarti kerja sampai malam? Tiga shift? Sampai pagi," tanya Sherly Tjoanda.
"Iya," jawab Peter.
Sherly Tjoanda mengaku memiliki harapan berdirinya Sekolah Rakyat yang menjadi program andalan Presiden RI, Prabowo Subianto di Maluku Utara.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di daerah tersebut hingga berdampak pertumbuhan ekonomi.(raa)
Load more