News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswi SMKN 2 Garut Menangis Usai Dipotong Rambutnya, Gubernur KDM Bingung Dengar Penjelasan Sekolah

Viral di media sosial video sejumlah siswi di Garut menangis histeris usai rambutnya dipotong paksa oleh Guru BK hingga mendapat respons langsung dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM.
Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:07 WIB
Siswi SMKN 2 Garut Menangis Usai Dipotong Rambutnya, Gubernur KDM Bingung Dengar Penjelasan Sekolah
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial video sejumlah siswi di Garut menangis histeris usai rambutnya dipotong paksa oleh Guru BK hingga mendapat respons langsung dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM.

Gubernur Jabar itu pun langsung merespons kabar viral tersebut dengan memanggil pihak sekolah terkait insiden pemotongan paksa rambut siswi SMKN 2 Garut itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, aksi pendisiplinan di lingkungan sekolah itu kembali memicu reaksi dan kritik dari publik.

Tak mau kasus berlarut-larut, Dedi Mulyadi lantas langsung menanyakan kepada pihak sekolah mengenai aksi pemotongan paksa rambut siswi.

Pemanggilan tersebut dilakukan KDM guna meminta klarifikasi pihak sekolah akibat polemik pendisiplinan yang menuai kritik dari masyarakat.

Dedi Mulyadi melontarkan pertanyaan mendasar mengenai prestasi dan perilaku siswi yang terkena razia pendisiplinan rambut.

"Suka masuk sekolah (siswi-nya?," tanya Dedi kepada pihak sekolah dilansir dari akun instagram @dedimulyadi71, Jumat (8/5/2026).

"Masuk," jawab guru tersebut.

"Tidak pernah bolos?," lanjut Dedi.

"Tidak," jawab guru itu.

Dedi pun kembali melontarkan sejumlah pertanyaan kepada pihak sekolah guna mengklarifikasi dasar peristiwa yang terjadi.

Ia turut menyinggung persoalan akademis dari para siswi yang terkena razia pendisiplinan sekolah berupa pemotongan rambut.

"Akademis bagus?," kembali Dedi Mulyadi melontarkan pertanyaan.

"Bagus," jawab guru.

Mendapati jawaban itu, Dedi Mulyadi pun lantas kebingungan alasan dasar Guru BK menghukum para siswi tersebut dengan memotong rambutnya.

KDM lantas meminta alasan utama sang Guru BK itu nekad memberi sanksi dengan memotong rambutnya hingga membuat para siswi menangis histeris.

"Terus yang jadi problem apa? Dia kan berperilaku baik, secara akademis tidak bermasalah, rajin, terus masalahnya apa?," ungkap KDM.

Tak dapat lagi berkilah, pihak sekolah melalui Guru BK pun perlahan membuka alasan utama melakukan sanksi pemotongan rambut tersebut.

Pihak sekolah mengaku adanya keresehan melihat terhadap penampilan para siswinya itu.

Pasalnya, para siswi memakai kosmetik yang dinilai tak wajar bagi pihak sekolah.

"Penampilan meresahkan," ungkap sang guru. 

Mendengar pernyataan itu, Dedi Mulyadi justru semakin terbingung-bingung mengenai sanksi yang diberikan pihak sekolah.

Ia menyebut tak sepatutnya para siswi terkena sanksi pemotongan rambut yang ditengarai penggunaan kosmetik berlebihan.

"Oke kosmetiknya berlebihan, mungkin orang tuanya kaya.Gini argumentasinya apa sih, problemnya apa sih. Penampilan terlalu menor kan tinggal diingatkan," kata Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi Mulyadi turut mempertanyakan mengenai teguran kepada wali murid dari pihak sekolah sebelum sanksi pemotongan rambut tersebut.

Ia meminta agar pihak sekolah dapat membangun komunikasi dengan orang tua atau wali murid sebelum memberikan sanksi pendisiplinan.

"Tapi ada teguran tertulis enggak yang ditujukan kepada orangtuanya? Kan anak masih di bawah perwalian," kata KDM.

"Dibiasakan guru memberikan teguran kepada orang tua, diberi tahu bahwa anak itu berpenampilan terlalu menor," sambungnya.

Alhasil, sang Guru BK pun mengakui jika sanksi tersebut tak murni soal pendisiplinan di lingkungan sekolah.

Sang Guru BK mengaku di depan Dedi Mulyadi jika kondisi psikologisnya sedang tak stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu ditengarai banyaknya aduan hingga tekanan terkait aturan penampilan murid di sekolah hingga dirinya mengambil keputusan yang kontroversi dengan memberi sanksi pemotongan rambut terhadap sejumlah siswi.

Guru BK itu pun mengakui kesalahannya di depan Dedi Mulyadi hingga membuat trauma para siswi yang terkena sanksi pemotongan rambut tersebut.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendikdasmen Ungkap Fakta Baru soal MBG, Tak Semua Siswa Akan Dapat!

Mendikdasmen Ungkap Fakta Baru soal MBG, Tak Semua Siswa Akan Dapat!

Abdul Mu'ti menjelaskan, salah satu poin yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah terkait penerima manfaat program MBG.
Masalah Perlintasan Sebidang, DPR RI Usulkan Pembangunan Flyover di Tangsel-Lebak

Masalah Perlintasan Sebidang, DPR RI Usulkan Pembangunan Flyover di Tangsel-Lebak

Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Fauzi memberikan usulan mengenai permasalahan perlintasan sebidang di Provinsi Banten.
Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat, Pengamat Tuntut Anggaran Pendidikan yang Dikorupsi Dikembalikan

Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat, Pengamat Tuntut Anggaran Pendidikan yang Dikorupsi Dikembalikan

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menuntut agar anggaran pendidikan yang diduga dikorupsi dalam kasus yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin dikembalikan untuk kepentingan dunia pendidikan. 
Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan di Polres Aceh Timur Meledak

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan di Polres Aceh Timur Meledak

Sumur minyak tradisional milik warga di Gampong Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, Minggu, meledak.
Kenapa Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar setelah Empat Bulan Meninggal?

Kenapa Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar setelah Empat Bulan Meninggal?

Prosesi pemakaman kenegaraan untuk melepas kepergian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan berlangsung di bawah pengawalan -
Curhatan Driver Ojol soal Implementasi Komisi 8 Persen

Curhatan Driver Ojol soal Implementasi Komisi 8 Persen

Terkait pemberlakuan komisi 8% layanan ride hailing ojol diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Selama 3 hari pertama implementasi kebijakan ini tuai berbagai komentar

Trending

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di media Korea Selatan. Namun kali ini bukan karena sosok Megawati Hangestri, melainkan Timnas Voli Indonesia yang menjadi atensi usai mengalahkan skuad Negeri Ginseng di final AVC Men's Cup 2026.
Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Raja Juli paparkan kronologi dugaan pemberian amplop Bupati Kuansing kepadanya. Raja Juli menegaskan tidak ada pelepasan kawasan hutan di Kuantan Singingi, Riau
PDIP Desak Jokowi Penuhi Janjinya untuk Tunjukkan Ijazah Asli: Ditunggu Kehadirannya di PN Jakarta Timur

PDIP Desak Jokowi Penuhi Janjinya untuk Tunjukkan Ijazah Asli: Ditunggu Kehadirannya di PN Jakarta Timur

PDIP desak mantan Presiden ke-7 RI Jokowi untuk memenuhi janjinya hadir di PN Jakarta Timur terkait kasus ijazah sebelum melakukan safari ke NTT. Hal ini diucap
KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK mengatakan Raja Juli Antoni semestinya melaporkan dugaan gratifikasi berupa amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing tersebut kepada lembaga antirasuah.
Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Lembaga-lembaga internasional dinilai gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sabtu (4/7) juga mengkritik badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.
Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mengaku khawatir insiden penembakan pilot asal AS akan berdampak pada distribusi logistik ke pedalaman Papua.
Selengkapnya

Viral