Jelang Peringatan Hari Preeklampsia Sedunia yang Berlangsung Bulan Ini, Simak Apa Itu Preeklampsia Hingga Gejalanya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Preeklampsia Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Mei. Preeklampsia adalah penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dunia, menyumbang lebih dari 70.000 kematian ibu serta 500.000 kematian janin setiap tahun.
Berdasarkan data di Indonesia, Preeklampsia masih menjadi salah satu penyumbang utama angka kematian ibu (AKI).
Diperkirakan sekitar 5–10 persen kehamilan di Indonesia mengalami komplikasi preeklamsia.
Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal, seperti pembengkakan, tekanan darah tinggi, dan gangguan penglihatan.
Dalam rangka memperingati Hari Preeklampsia Sedunia, ada banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggelar seminar untuk membuat masyarakat semakin paham.
Seperti kegiagan seminar kesehatan bertema Preeklampsia yang berlangsung di Livehouse Semarang pada 10 Mei 2026.
Acara ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
Seminar ini menghadirkan dokter dari Rumah Sakit Siloam Semarang yang memberikan edukasi komprehensif mengenai preeklamsia, mulai dari pengertian, gejala awal, faktor risiko, hingga langkah pencegahan.
Preeklampsia merupakan kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat berdampak serius bagi ibu dan janin jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Dokter yang menjadi narasumber dalam seminar ini juga menekankan pentingnya deteksi dini Preeklampsia.
“Preeklampsia seringkali muncul tanpa gejala yang jelas di awal, sehingga pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bagi ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan,” kata dr. Deviana Ogilve, dokter umur RS Siloam Semarang.
Ia juga menambahkan bahwa pola hidup sehat, kontrol kehamilan teratur, serta pemantauan tekanan darah menjadi kunci utama dalam pencegahan kondisi ini.
Selain sesi edukasi, acara ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan umum.
Antusiasme warga kelurahan Tanjung Mas terlihat tinggi, terutama dari kalangan wanita remaja dan keluarga yang ingin memahami kondisi kesehatan secara lebih mendalam.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan untuk mendukung fasilitas kesehatan masyarakat. Bantuan yang diberikan berupa kursi roda, tabung oksigen, serta berbagai peralatan kesehatan untuk operasional posyandu dan posbindu.
Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan untuk kebutuhan lingkungan berupa kursi, meja, tangga dan speaker portable yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial warga.
Andrew Susanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya preeklamsia. Melalui seminar ini, kami ingin mendorong edukasi yang lebih masif sekaligus memberikan akses layanan kesehatan gratis serta bantuan nyata bagi fasilitas kesehatan dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Tanjung Mas, Sony Yudha Putra Pradana mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan ibu hamil. Bantuan yang diberikan juga sangat membantu operasional posyandu dan kegiatan warga di lingkungan kami,” ungkapnya.
Niken (34) Salah satu peserta yang hadir juga mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Saya jadi lebih paham tentang tanda-tanda Preeklampsia dan pentingnya rutin cek kesehatan selama kehamilan. Apalagi ada pemeriksaan gratis, jadi sangat membantu kami sebagai masyarakat,” tutur Niken.
Load more