Baru Lulus SMK dan Ingin Kuliah, Kisah Nalince Wamang Berakhir Tragis di Tembagapura Saat Akan Mendulang Emas
- Istimewa
Papua, tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Nalince Wamang, remaja perempuan berusia 17 tahun yang meninggal dunia dalam insiden penembakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026).
Nalince diketahui baru saja menyelesaikan pendidikan di SMK Petra Mimika dan berencana melanjutkan kuliah. Namun keterbatasan biaya membuatnya memilih ikut keluarga mendulang emas tradisional di kawasan Tembagapura untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi.
Perjalanan singkat itu justru menjadi akhir hidup Nalince.
Berpamitan kepada Ayah Sebelum Berangkat ke Tembagapura
Ayah korban, Pendeta Anton Wamang, mengaku sempat menerima telepon dari putrinya sebelum berangkat menuju lokasi pendulangan emas di kawasan Mile 69 hingga Mile 71 Tembagapura.
Nalince saat itu menyampaikan keinginannya ikut mendulang emas bersama pamannya.
“Sebelum berangkat, dia menelepon saya. Bapak, saya naik ke Tembagapura mau mendulang dengan bapak tua (paman). Saya bilang tidak apa-apa, naik saja,” ujar Anton Wamang mengutip dari Antara.
Nalince disebut baru beberapa hari berada di lokasi pendulangan bersama keluarga. Mereka tinggal di kamp sederhana yang biasa digunakan para pendulang emas tradisional di kawasan tersebut.
Menurut keluarga, Nalince berangkat dengan harapan bisa membantu mengumpulkan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Insiden Terjadi Saat Warga Beristirahat di Kamp
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis malam (7/5/2026). Saat itu, warga yang berada di area pendulangan emas disebut tengah beristirahat di dalam kamp.
Dari keterangan keluarga, Nalince berada di lokasi bersama ibu, adik, dan anggota keluarganya yang lain ketika situasi mendadak berubah mencekam.
Dalam suasana panik, warga berusaha menyelamatkan diri. Nalince diketahui sempat berlari meninggalkan kamp menuju area sekitar lokasi.
Namun setelah situasi mereda, korban tidak lagi ditemukan bersama anggota keluarga lainnya.
Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya Nalince ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah warga lain mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.
Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Selamat
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jeremias Rontini pada Selasa menjenguk salah satu korban selamat yang masih menjalani perawatan di RSMM Timika.
Korban yang masih dirawat diketahui bernama Femina Elas (Murib).
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di kawasan pendulangan emas Tembagapura.
Ia juga memberikan santunan kepada korban dan berharap kondisi para korban segera pulih.
“Ke depan mungkin kita perlu mitigasi bahwa ketika ada kejadian seperti itu, masyarakat harus bagaimana. Perlu ada lebih banyak edukasi-edukasi kepada masyarakat ketika bekerja dalam situasi kedaruratan,” ujar Jeremias Rontini.
Menurut Kapolda, mayoritas warga di lokasi tersebut merupakan pendulang emas tradisional yang berasal dari kampung sekitar seperti Banti, Kimbeli, dan Opitawak.
Mereka biasanya tinggal sementara di kamp-kamp sederhana selama melakukan aktivitas mendulang emas di kawasan itu.
Keluarga Berharap Ada Keterbukaan
Jenazah Nalince Wamang telah dimakamkan di Kwamki Narama, Timika. Namun bagi keluarga, duka yang dirasakan belum selesai karena mereka masih berharap ada kejelasan terkait peristiwa yang menimpa putri mereka.
Pendeta Anton Wamang meminta semua pihak tidak saling menyalahkan dan berharap proses penanganan dilakukan secara terbuka serta transparan.
“Kami minta jangan ada saling menyalahkan. Yang kami mau adalah keterbukaan dan kejelasan siapa yang bertanggung jawab,” katanya.
Keluarga juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi kepada masyarakat sipil yang berada di wilayah pendulangan.
Menurut Anton, pihak keluarga telah menerima kedatangan sejumlah pihak yang menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.
Meski demikian, keluarga tetap berharap ada penjelasan yang jelas agar kejadian itu tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
BMKG dan Kondisi Geografis Tembagapura
Kawasan Tembagapura sendiri dikenal memiliki medan geografis yang cukup berat dan terjal. Lokasi pendulangan emas berada di area pegunungan dengan akses terbatas yang sebagian besar hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Kapolda Papua Tengah menilai perlu adanya kolaborasi dan langkah mitigasi lebih baik ke depan untuk melindungi masyarakat yang bekerja di kawasan tersebut, terutama saat situasi darurat terjadi.
Selain Nalince, sejumlah warga lainnya juga menjadi korban dalam insiden itu. Sebagian korban telah dipulangkan setelah menjalani perawatan medis, sementara beberapa warga memilih mengungsi ke wilayah lebih aman akibat rasa takut pascakejadian.
Peristiwa di Tembagapura tersebut kini masih menjadi perhatian masyarakat Papua Tengah, terutama karena korban yang meninggal dunia diketahui merupakan remaja yang baru menyelesaikan pendidikan dan memiliki cita-cita melanjutkan kuliah. (nsp)
Load more