Viral Juri LCC MPR RI Singgung Endorse dan LHKPN, Harta Rp3,9 Miliar Indri Wahyuni Ikut Dikuliti Netizen
- istimewa
Namun, perhatian netizen semakin besar setelah akun itu turut menyinggung soal endorsement dan laporan harta kekayaan penyelenggara negara atau LHKPN.
“Terakhir, mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gw ga akan bikin gw jatuh. At the end, u will always have me kata misua,” tulis akun tersebut.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Indri Wahyuni terkait keaslian story WhatsApp yang viral tersebut.
LHKPN Indri Wahyuni Ikut Ramai Dikulik
Di tengah polemik LCC Empat Pilar MPR RI, publik juga ramai mengulik LHKPN Indri Wahyuni yang tercatat di laporan per 31 Desember 2025.
Berdasarkan data LHKPN yang beredar, Indri Wahyuni memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp3.921.821.579 atau sekitar Rp3,9 miliar.
Rincian kekayaannya meliputi aset tanah dan bangunan senilai Rp4,35 miliar yang berada di wilayah Bogor dan Kota Tangerang.
Sementara itu, pada bagian alat transportasi dan mesin, tercatat Rp0 atau tidak memiliki kendaraan pribadi.
Selain aset properti, Indri Wahyuni juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp350 juta.
Namun dalam laporan tersebut, ia juga tercatat memiliki hutang senilai Rp778.178.421.
Rincian LHKPN itulah yang kemudian ramai dibahas netizen, terutama karena nilai aset tanah dan bangunan lebih besar dibanding total kekayaan bersih setelah dikurangi hutang, serta tidak adanya kepemilikan kendaraan pribadi dalam laporan tersebut.
MPR RI Minta Maaf soal Polemik LCC
Di sisi lain, MPR RI telah menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penilaian dan kinerja dewan juri.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” ujar Akbar dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut insiden tersebut menjadi pelajaran penting agar pelaksanaan lomba serupa ke depan berjalan lebih profesional dan objektif.
Load more