Pembangunan LRT Manggarai-Velodrome Dikebut Agar Agustus 2026 Full Beroperasi
- Tangkapan Layar Instagram Waskita
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan proyek LRT jalur Manggarai-Velodrome tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang.
Meskipun, proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026. Pramono menegaskan keamanan transportasi umum merupakan hal yang harus diprioritaskan.
“Keamanan untuk LRT, MRT, itu top priority. Walaupun dikebut, sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).
Dia menjelaskan saat ini proyek LRT lintas Manggarai-Velodrome telah memasuki tahap commissioning atau uji coba operasional.
- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Dalam tahap tersebut, seluruh aspek teknis diuji, mulai dari rangkaian kereta sampai headway atau jarak waktu antar kereta.
“Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang,” ujar Pramono.
Pramono berharap setelah diresmikan pada Agustus nanti, layanan LRT lintas Manggarai-Velodrome bisa langsung beroperasi secara penuh untuk dinikmati masyarakat.
“Harapan saya nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengungkapkan progres pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.
Dia mengatakan LRT Fase 1B ini ditargetkan akan rampung dan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Target ini sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.
“Memang untuk LRT 1B ini kami target sesuai dengan timeline-nya di Agustus insya Allah itu akan beroperasi secara oficial,” kata Iwan, Sabtu (7/3/2026).
Dia menjelaskan pihaknya akan mulai melakukan commissioning test atau uji coba setelah Lebaran 2026.
Dalam waktu yang sama, pihaknya juga menyelesaikan perizinan operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Sekarang lagi mulai, habis Lebaran kita akan mulai commissioning test-nya untuk kemudian paralel menyelesaikan kewajiban perizinan operasionalnya kita submit ke Kemenhub,” jelas Iwan. (saa/muu)
Load more