KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel
- dok.KSP
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mulai memacu proyek ambisius pembangunan SMA Garuda sebagai pusat pencetak talenta unggul Indonesia berkelas dunia.
Program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan bukan sekadar sekolah unggulan biasa, melainkan mesin pembentuk generasi elite nasional yang ditargetkan mampu menembus kampus top dunia hingga melahirkan peraih Nobel dari Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Pertemuan itu membahas percepatan pembangunan dan pengelolaan SMA Garuda Transformasi serta SMA Garuda Baru yang diproyeksikan menjadi ujung tombak pemerataan pendidikan internasional di berbagai daerah Indonesia.
“Ini merupakan bagian dari agenda besar Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencetak talenta unggul Indonesia berstandar global,” tegas Dudung, dikutip Kamis (14/5/2026).
Program SMA Garuda masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Presiden Prabowo. Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah tersebut mulai beroperasi pada Juli mendatang.
Dudung menegaskan Kantor Staf Presiden (KSP) turun langsung mengawal proyek ini untuk memastikan berbagai hambatan teknis di lapangan bisa segera diselesaikan, mulai dari koordinasi lintas kementerian hingga persoalan kewilayahan di daerah pembangunan sekolah.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini disebut sangat tinggi. Pemerintah mencatat sebanyak 6.738 siswa dari 34 provinsi telah mendaftar untuk mengikuti seleksi SMA Garuda.
Dudung mengungkapkan program SMA Garuda Transformasi sebelumnya telah menunjukkan hasil signifikan dengan mengantarkan siswa Indonesia diterima di kampus-kampus elite dunia.
“Beberapa perguruan tinggi yang perlu saya sampaikan salah satunya ada di yang sekarang sudah masuk mereka di Oxford, kemudian di UCL, kemudian di Berkeley dan University of Chicago,” puji Dudung.
Ia menyebut jumlah siswa Indonesia yang berhasil menembus universitas kelas dunia meningkat drastis dibanding sebelumnya yang nyaris tidak ada.
Sementara itu, Wamendiktisaintek Stella Christie menegaskan peran KSP sangat vital dalam memastikan proyek pendidikan strategis ini berjalan dari tahap regulasi hingga eksekusi lapangan.
“Tanpa KSP kita tidak bisa membangun Sekolah Garuda. Jadi KSP sangat dari awal sekali dari bahkan pembentukan Peraturan Presiden (Perpres) sampai hal-hal yang sifatnya dadakan, tidak terduga, tapi harus diselesaikan,” ungkap Stella.
Pemerintah juga memastikan keberlanjutan operasional SMA Garuda melalui dukungan pendanaan jangka panjang yang melibatkan Kementerian Keuangan dan LPDP.
“Sekolah Garuda mempunyai dana abadi, artinya investasi negara dari Bapak Presiden yang dibuat sekarang untuk Sekolah Garuda ini akan berlangsung selamanya,” jelas Stella.
Sekolah Garuda dibangun di berbagai wilayah strategis yang mewakili pemerataan pendidikan nasional, mulai dari Belitung, Soe di Nusa Tenggara Timur, Tanjung Selor di Kalimantan Utara, hingga Sulawesi Tenggara.
Program ini secara khusus menyasar siswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi. Dari 320 peserta yang lolos tahap keempat seleksi SMA Garuda Baru, mayoritas justru berasal dari luar pusat-pusat pendidikan besar seperti Jakarta dan Jawa Barat.
Peserta yang lolos banyak berasal dari Sumatera Utara, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Rata-rata penerima beasiswa penuh berasal dari kelompok ekonomi desil 4 dengan capaian akademik tinggi di angka 88.
Stella menyebut pembangunan SMA Garuda merupakan bentuk investasi negara untuk mencetak “tim nasional” intelektual Indonesia di masa depan.
“Kita tidak pernah ragu untuk membangun stadion yang paling bagus untuk calon timnas sepak bola kita. Dan di pendidikan kita belum pernah. Inilah jawaban Bapak Presiden,” tegas Stella.
Pemerintah berharap SMA Garuda nantinya mampu melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga menjadi pemain utama dalam kompetisi ilmu pengetahuan global.
“Kita juga akan mendapatkan bukan saja medali emas di bulu tangkis, tapi peraih Nobel suatu saat dari Indonesia,” ungkap Stella optimis.
Dudung pun mengaku optimistis proyek tersebut akan menjadi fondasi lahirnya generasi baru Indonesia yang disiapkan secara serius untuk memimpin masa depan bangsa.
“Saya antusias optimis bahwa bangsa Indonesia ke depan akan semakin maju dengan bibit-bibit unggul yang kita fasilitasi sehingga ke depan kita akan punya manusia-manusia yang memang disiapkan secara intelektual untuk membangun negeri ini,” tutupnya. (agr)
Load more